Breaking News!

Terkait Stuntman, Jokowi; Gile Bro.

Jakarta, majalahspektrum.com – Presiden Ir, H, Joko Widodo (Jokowi) mengatkan Indonesia adalah bangsa yang besar, bahkan sangat besar. Dengan 17.000 pulau, 714 suku dan 1.100 lebih Bahasa daerah serta beraneka ragam agama dan kepercayaan bersatu dalam suatu Negara. Indonesia yang sangat pluralis bisa jadi kekuatan besar jika bersatu dan hidup rukun.

Hal itu dikatakan Jokowi saat membuka secara resmi kongres ke-36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Hotel Grand Forest Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018). “Jangan gara-gara Pilkada, Pileg atau Pilpres karena berbeda pilihan terjadi permusuhan bikin kita terpecah-belah,” kata Presiden Jokowi

“Coba lihat saja pas Asian Games, begitu kita bersatu itu yang main silat, agamanya apa?, kan nggak pernah tanya seperti itu. Yang main badminton nggak pernah tanya suku apa. Ya memang seharusnya seperti itu,” sambungnya.

Jokowi menyayangkan pembukan Asian Games kemarin ‘digoreng’ oleh sejumlah politikus Indonesia. Padahal, seharusnya bisa menjadi sebuah tontonan yang harus dinikmati sebagai opening ceremony Asian Games.

Selain berbagai atraksi yang disajikan, penampilan Presiden Jokowi di dalam video pembukaan juga mendapat sorotan masyarakat. Namun ada juga politisi yang mempersoalkan penggunaan stuntman atau pemeran pengganti Jokowi saat aksi terbang menggunakan sepeda motor.

“Tapi yang diramaikan bukan masalah pembukaannya, yang diramaikan sama politisi-politisi itu stuntmannya,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi tidak mungkin seorang Kepala Negara melakukan atraksi dengan menggunakan sepeda motor. Untuk itu panitia Asian Games menggandeng Saddum So, Freestyler asal Thailand sebagai stuntman Presiden Jokowi.

“Masa presiden disuruh akrobat seperti itu. Ya pasti stuntman, nggak usah ditanyakan kayak begitu. Masa loncat begitu suruh saya sendiri? Ya gile bro,” ucap Jokowi.

Jokowi menyayangkan pembukan Asian Games kemarin ‘digoreng’ oleh sejumlah politikus Indonesia. Padahal, seharusnya bisa menjadi sebuah tontonan yang harus dinikmati sebagai opening ceremony Asian Games.

“Khan ini tontonan, ini hiburan jangan dibawa kemana-mana. Ya kita nikmati sebagai sebuah opening ceremony, sebuah event besar Asian Games,” tuturnya. (ARP)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*