Breaking News!

Yang ke-36, Jokowi, Presiden Pertama Buka Kongres GMKI

Bogor, majalahspektrum.com – PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) didaulat secara resmi membuka Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) XXXVI (Ke-36) di Hotel Green Forest Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018). Saat membuka kongres Presiden Jokowi didampingi Menkumham Yasonna Laloy dan Menristekdikti Nasir. Kongres dibuka ditandai dengan membunyikan angklung.

Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan pentingnya pemuda berpikir ke depan, menjaga persatuan, keharmonisan dan kerukunan hidup bangsa. Selain itu, Jokowi mengajak mahasiswa untuk mengikuti perubahan jaman dan perkembangan teknologi agar tak ketinggalan.

“”Kita harus sadar bahwa sekarang ini terjadi perubahan besar di dunia global, berubah begitu cepat harus ikuti semua apalagi anak muda harus tahu artificial intelligent 3D printing, virtual reality, kalau enggak ditinggal kita. Dunia berubah begitu cepatnya dan Revolusi Industri 4.0 3 kali lebih cepat sehingga ini segera terjadi perubahan besar di dunia ini. Apa yang harus kita siapkan? Pekerjaan besar kita ada di situ. Kita bisa lakukan lompatan kalau bisa rencanakan antisipasi perubahan yang ada,” jelas Jokowi.

Sementara itu, Ketua Umum PP GMKI, Sahat Philips Sinurat mengatakan bahwa selama 36 kali berkongres, baru kali ini kongres GMKI dibuka oleh Presiden RI. Di kongres ini, lanjut Sahat, GMKI membicarakan tentang rencana strategis GMKI 2045.

“Pak Jokowi adalah Presiden RI yang pertama yang membuka kongres GMKI. Kami juga mendukung upaya Presiden Jokowi yang telah mengubah pola pembangunan dari jawa sentris menjadi Indonesia sentris, membangun Indonesia dari pinggiran daerah terpencil,” kata Sahat dalam kata sambutannya.

Dalam kesempatan itu Sahat mengajak seribuan kader GMKI yang hadir untuk turut membangun peradaban bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, berjiwa nasionalisme namun tidak menghilangkan nilai kritisnya.

“Nilai nasionalisme dan oikumenislah yang mampu mempertahankan GMKI tetap eksis dan berkontribusi bagi bangsa hingga saat ini. 68 Tahun GMKI mengabdi untuk bangsa. 2 tokoh GMKI telah menjadi pahlawan nasional yakni’ Prof, Herman Johanes dan dr, Johanes Leimena. Leimena bahkan 7 kali menjadi pejabat Presiden,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga Sahat meyakinkan Presiden bahwa GMKI tidak mudah dipecah-belah. Hal itu merujuk pada adanya riakan kecil oleh sekelompok senior GMKI yang berupaya menyeret-nyeret kongres ke ranah politik terkait Pilpres, yang berpotensi mengacaukan kongres dan memecah belah GMKI. “Begitu pun dengan kelompok Cipayung plus yang hadir saat ini bersama kami. Terima kasih kawan-kawan atas kehadirannya,” tutur Sahat.

Diungkapkan Sahat, yang hadir di kongres GMKI ke-36 ini adalah pengurus dari 93 cabang GMKI se-Indonesia, para senior GMKI, dan para pimpinan aras gereja serta sahabat pergerakan kemahasiswaan. “Di kongres ini juga akan dikukuhkan 10 perwakilan cabang GMKI yang baru. Dengan motto Tinggi Ilmu, Tinggi Iman dan Tinggi Pengabdian, Ut Omnes Unum Sint (agar semua jadi satu adanya),” tandasnya. (ARP)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*