Breaking News!

Serentak Se-Indonesia, GMKI Gelar Aksi Kecam Penyegelan 3 Gereja di Jambi

Jakarta, majalahspektrum.com  – Terkait adanya penyegelan terhadap tiga Gereja di Kota Jambi yakni; Gereja GSJA, GMI, dan HKI, yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Kepolisian setempat atas desakan massa intoleran pada tanggal 27 September 2018, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP-GMKI) mengcam keras dan menginstruksikan seluruh GMKI cabang se-Indonesia menggelar aksi damai tuntut kebebasan beribadah.

Selama beberapa minggu, secara serentak para aktivis GMKI di seluruh Indonesia melakukan aksi untuk menuntut pemerintah daerah segera mencabut penyegelan gereja. GMKI juga meminta agar pemerintah hadir melindungi hak-hak beribadah warga negara yang selama ini telah terabaikan di beberapa daerah seperti terjadi sebelumnya pada GKI Yasmin di Bogor dan HKBP Filadelfia di Bekasi.

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Korneles Galanjinjinay menilai bahwa Kementerian Dalam Negeri RI turut bertanggungjawab terhadap penyegelan gereja yang dilakukan oleh Pemkot Jambi, karena kebijakan tersebut bertentangan dengan konstitusi dan sangat berpotensi mengganggu kehidupan umat beragama di Indonesia.

Hal itu dikatakan Korneles dalam orasinya saat aksi damai di depan kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Medan Merdeka Utara, pada hari Kamis (17/10/2018) petang.

“Kementerian Dalam Negeri jangan membiarkan peraturan daerah ataupun kebijakan pemda yang inkonstitusional dan merugikan hak setiap warga negara. Kemendagri harus memberikan sanksi tegas terhadap Pemkot Jambi oleh karena keputusannya yang diskriminatif dan intoleran,” ujar Korneles.

Dalam rangkaian aksi serentak ini, GMKI juga melakukan aksi damai di depan Markas Besar Kepolisian RI, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan. Alasannya, karena pihak kepolisian turut terlibat dalam penyegelan Gereja di kota Jambi beberapa minggu yang lalu.

“Kami meminta Kapolri, Bapak Tito Karnavian untuk segera menonaktifkan aparatnya yang turut serta dalam aksi penyegelan tersebut. Kapolri juga harus mengevaluasi dan mengganti Kapolresta Jambi karena membiarkan penyegelan ini terjadi. Padahal seharusnya tugas kepolisian adalah melindungi hak beribadah setiap warga tanpa membedakan latar agamanya,” tegas Korneles.

Selain fungsionaris Pengurus Pusat GMKI, turut juga hadir dalam aksi damai di Kemendagri dan Mabes Polri tersebut para pimpinan cabang dari GMKI Jakarta, GMKI Jakarta Barat, GMKI Bandung, GMKI Bekasi, GMKI Bogor, GMKI Sumedang, GMKI Serang, dan GMKI Karawang.

Gelombang aksi oleh aktivis GMKI juga sudah berlangsung di beberapa daerah sejak penyegelan gereja terjadi (27/9/2018) di Kota Jambi.

Tidak hanya GMKI, aksi demonstrasi mengecam penyegelan rumah ibadah tersebut di Jambi juga datang dari organisasi kemahasiswaan lainnya seperti; PMII, HMI, GMNI, PMKRI, dan lainnya. Aksi mereka tercatat dilakukan di daerah-daerah seperti; di Kota Jambi, Medan, Pekanbaru, Tondano, Manado, Makassar, Ambon, dan lainnya termasuk Jakarta.

GMKI menegaskan aksi ini akan terus digulirkan di seluruh Indonesia sampai penyegelan gereja dicabut.

“Negara harus hadir melindungi hak setiap warga negara dan jangan gentar dengan tekanan dari ormas intoleran. Pancasila harus dibumikan, tidak hanya kepada masyarakat, namun juga kepada pemerintah daerah dan juga aparat negara,” tegas Korneles. (Agus Riyanto)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*