Pesan Ditjend Bimas Kristen Kemenag RI Kepada Jurnalis Media Kristen

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR
Bogor, majalahspektrum.com – DIREKTORAT Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjend Bimas) Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar “Konsultasi Pembinaan Pengelola Media Kristen Se-Indobesia” di Hotel Salak Heritage, Kota Bogor, Jawa Barat dari Tanggal 25-27 (Senin-Rabu) November 2019.
Dalam acara itu, Direktur Jenderal (Dirjend) Bimas Kristen Kemenag RI melalui Direktur Urusan Agama Kristen, Jannus Pangaribuan, S.H, MM berharap media kristen berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pemberitaannya sesuai dengan nilai-nilai kristiani.
“Dengan ‘Kasih’, media kristen dapat berperan mewujudkan tujuan bangsa dan negara (Pembukaan UUD’45). Contohnya jangan buat berita yang tidak benar atau Hoax,” kata Janus, Senin (25/11/2019) malam.
Dalam kesempatan itu, Ditjend Bimas Kristen Kemenag RI juga mensosialisasikan hasil Rakernas Kemenag RI di antaranya: Moderasi Beragama, Kebersamaan Umat dan Integrasi Data yang semuanya dalam rangka tujuan mengintegrasi kinerja.
“Moderasi Beragama ini kesepakatan suara PBB (UNO) dalam rangka menangkis fanatisme agama berujung radikalisme,” jelasnya.
Dirjend Bimas Kristen menilai, kurangnya program gereja di bidang media, kurangnya dana, sarana prasarana pada bidang media kristen dan peningkatan SDM pengelola media kristen padahal peran media, khususnya di era digital sekarang ini sangat vital dalam mengedukasi masyarakat.
“Menurut saya, media ini bisa membesarkan dan mengecilkan seseorang. Media sebagai sarana strategis dalam memberitakan kabar baik,” ujar Jannus.
Acara Konsultasi Pembinaan Pengelola Media Kristen Se-Indonesia dibuka oleh Direktur Urusan Agama Kristen mewakili Dirjend Bimas Kristen.
Sebelum dibuka, terlebih dahulu dilakukan ibadah singkat. Pdt. Dr, Sapta Siagian dari media Harmoni ditapuk membawa renungan firman Tuhan yang diambil dari kitab Efesus 6: 14-18.
Dalam khotbahnya, Pdt. Sapta Siagian menyebut ada 6 perlengkapan rohani yang mesti dimiliki jurnalis kristen.
Sementara, Ketua panitia acara, Efendi Hutabarat menginformasikan acara ini diikuti 81 peserta dari seluruh Indonesia.
“Peserta memang kita batasi, per-daerah ada quotanya. Ini karena anggaran kita yang terbatas” ungkap Efendi.
Menurut Efendi, salah satu tujuan dari acara ini ialah adanya kesamaan visi dan misi media kristen dan adanya jaringan komunikasi antara Dirjend Bimas Kristen Kemenag RI dengan media kristen.
“Fungsi media kristen dalam kehidupan umat kristen dalam juga dapat berperan mencerdaskan dan bijak bermedia sosial di tengah maraknya berita Hoax saat ini,” harapnya. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan