Perayaan Natal Dharma Wanita Persatuan: “Dipulihkan Untuk Memulihkan”

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – MELALUI Perayaan Natal dan Tahun Baru, ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan Instansi Pemerintah Pusat (DWP IPP) berharap Dipulihkan untuk dapat Memulihkan keadaan bangsa.

Dibalut tema: “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”, Pdt, Tumpal Tobing,M.Th dalam khotbahnya mengajak ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan untuk tidak jenuh berbuat kebaikan.

“Seperti dalam ayat sebelumnya (Yohanes 15:13) Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Seorang sahabat rela berkorban bagi orang lain,” kata Pdt, umpal di gedung Dharma Wanita Persatuan Pusat, jalan Podurenan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/01/2020).

Sementara, Ketua Panitia Natal Dharma Wanita Persatuan (DWP), Dyah Ronny Sompie mengatakan, tujuan perayaan natal tersebut untuk mewujudkan dan memantapkan sikap toleransi kehidupan beragama serta mempererat silahturahmi pengurus dan anggota DWP dalam memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa sebagai bentuk kegiatan nyata dalam membantu pemerintah pada semua lini aktifitas, termasuk yang bernuansa keagamaan.

“Tadi lihat kan yang penerima tamu (ibu-ibu berbusana muslim) anggota DWP yang beragama muslim. Panitianya juga ada yang muslim. Ini bentuk nyata toleransi kita,” kata isteri Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Irjen Pol. Dr. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H. ini.

Dikatakan Dyah, sebelum perayaan, pihaknya melakukan berbagai rangkaian kegiatan social seperti; Berbagi Kasih dengan mengunjungi panti lansia dan panti anak berkebutuhan khusus.

“Kita juga memeberikan bantuan kepada korban banjir di Pondok Gede awal Januari lalu,” ujarnya.

Dijelaskan Dyah, perayaan natal ini adalah yang kedua kalinya digelar oleh DWP setiap tahunnya sejak dibentuknya Persekutuan Oikumene Adriella.

“Setiap tahun akan kita buat perayaan natal. Persekutuan Oikumene Ardiela sendiri mengadakan kebaktian 2 bulan sekali, tempatnya pindah-pindah di kantor Kementerian atau Badan dan Lembaga Negara,” jelasnya.

Salah satu pengurus DWP IPP, Susana Sarumaha menambahkan bahwa DWP IPP sendiri berdiri sejak 19 tahun lalu. Anggota DWP IPP adalah para isteri dan wanita aparatur Negara.

“Sebenarnya Dharma Wanita sudah lama berdiri tapi sejak Reformasi berganti nama menjadi Dharma Wanita Persatuan. Di Perayaan Natal ini juga turut bergabung Dharma Wanita Provinsi DKI Jakarta, yak arena kita adanya dan digelar di Jakarta,” terang Susana yang adalah isteri Dirjend Bimas Katholik Kementerian Agama RI ini.

Tampak hadir dalam acara perayaan natal tersebut Ketua Umum DWP IPP Erni Guntarti jajo Kumolo, Dewan Penasehat Devi Luhut Panjaitan, Isteri mensos, Dirjend Bimas Kristen dan Katholik Kementerian Agama RI dan Wakil Menteri Perdagangan RI.

Dalam sambutannya, Ketum DWP IPP, Erni Guntarti jajo Kumolo mengajak para anggota DWP IPP untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Dengan persatuan dan kesatuan, menurut Erni dapat mempercepat pembangunan bangsa menuju cita-cita bangsa Indonesia akni; Damai, Adil, Makmur dan sejahtera.

“Jadilah sahabat bagi semua, ada nilai kesetiaan dan rela berkorban dalam sahabat. Seperti ada ungkapan yang mengatakan, ‘Di balik kesuksesan seorang pria, ada dukungan seorang wanita yang setia,” kata istera Menpan RB, Tjahjo Kumolo ini.

Acara dibagi dalam dua babak yakni Ibadah dan Perayaan Natal. Perayaan Natal tersebut turut dimeriahkan oleh tim Paduan Suara DWP Persekutuan Oikumene Adriella, Grup Kolintang Ferdi and Friends dan YM Band. Pesan Natal disampaikan oleh Romo Dr, Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Han.

Dalam pesannya, Romo Rofinus mengajak DWP IPP dan DKI Jakarta untuk selalu mengucap syukur dan menjaga perdamaian tanpa memandang Suku, Agama dan Ras. Damai dengan menebar kebaikan dan kasih sayang.

“Tuhan meminta kita untuk hadir mendatangan damai sejahtera di bumi di antara manusia. Dalam konteks kebangsaan, kita harus cinta tanah air, berjiwa patriotisme dan bela Negara, ini jangan sekedar kata tetapi harus dengan tindakan nyata. Memiliki sikap toleransi sebagai wujud menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ajaknya.  (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan