Melihat Wabah Virus Corona Dari Kaca Mata Rohani

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – WARGA Dunia, khususnya Indonesia saat ini tengah dibuat cemas dengan mewabahnya virus Corona disease (Covid-19) yang diketemukan pertama kali di kota Wuhan, China. Berbagai tindakan antisipatif dan pengobatan telah dilakukan hampir oleh seluruh negara di dunia termasuk Indonesia guna menanggulangi virus yang belum diketemukan obatnya ini.

Memang kita perlu meningkatkan kewaspadaan tak kala kita sebagai manusia yang berinteraksi sosial melakukan aktifitas sehari-hari sebagai tindakan jasmani. Namun perlu juga, bahkan sudah seharusnya, kita melihat hal itu melalui kaca mata rohani.

Melihat wabah virus corona melalui kaca mata rohani, pengusaha sukses yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Rekanan Pengadaan barang dan Distributor Indonesia (ARDIN), Dr, John Palinggi mengatakan wabah virus corona sebagai salah satu pesan Tuhan bagaimana kita manusia melihat ketidak berdayaan kita sesungguhnya.

“Perlindungan dan pertolongan kita adalah kepada Tuhan. Jangan lupa, orang yang menjaga kesehatannya jangan meninggalkan Tuhan. Dalam kehidupannya. Bersandarlah kepada Tuhan sebagai Batu Karang yang teguh,” katanya di Jakarta, Senin (2/2/2020).

Melalui peristiwa wabah virus corona ini juga, lanjut John, dapat kita jadikan sebagai evaluasi diri, apakah ada hal yang kita sembunyikan yang menyusahkan sesama manusia dan Tuhan.

Baca Juga: ( Terkait Virus Coron, Jangan Selalu Salahkan Pemerintah )

“Perlu perlindungan dan pertolongan Tuhan. Supaya kita pergi ke “Kaca Rohani” untuk melihat diri kita seperti apa sesungguhnya diri kita selama ini, adakah kita menyembunyikan perbuatan kita yang menyusahkan sesama manusia dan Tuhan,” tutur John yang juga Mediator resmi negara ini.

Melalui peristiwa ini, John mengajak kita untuk sadar diri dan berusaha untuk hidup lebih baik lagi dalam menyikapi dan bertindak terhadap suatu hal dan persoalan hidup.

“”Hidup semakin lebih baik lagi dan bertobatlah. Jadikan Tuhan sebagai ‘Batu Karang Yang Teguh’ dalam menghadapi persoalan hidup dan teruslah berbuat baik sesuai ajaranNya,” imbaunya. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan