Sandec Sahetapy Angkat Kebudayaan Indonesia Lewat Media Digital

gbi shalom

Jakarta, majalahspektrum.com – SANDEC Sahetapy sudah dikenal sebagai sosok yang mencintai Kebudayaan Indonesia. Pria berdarah Maluku ini bahkan telah meluncurkan beberapa media digital guna mempromosikan Kebudayaan Indonesia ke seluruh dunia. Lewat Sandek Radio Digital, eMagazine dan Swarna TV Streaming  Sandec bertekad  untuk menduniakan Seni dan Budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Atas tekadnya tersebut, pembina Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Brigadir Jenderal TNI Akhmad Tamim Mustofa memberi pujian kepada Sandec yang dinilai sebagai tokoh Kebudayaan yang banyak memiliki ide-ide dari yang jarang terpikirkan oleh orang lain. Akhmad Tamim yakin Sandec tidak murni berpikir soal bisnis dalam mendirikan media-media tersebut.

Dalam malam perayaan puncak HUT Ke-17 Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI), Sandec Sahetapy dianugerahi penghargaan sebagai “Tokoh Penggerak Budaya Indonesia”. Sandec merupakan  seorang tokoh muda yang dikenal dekakat dengan para pelaku industri hiburan, terutama musik dan film.

Ia juga menjadi pembina di beberapa organisasi profesi hiburan seperti PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) dan PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) DKI Jakarta.

“Terima kasih kepada Perkumpulan Wartawan Kristiani, dalam usianya yang ke 17 tahun ini  telah memberikan piagam  penghargaan kepada para  tokoh dibidangnya masing-masing”, kata Sandec di Aston Belleuve, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2020) malam.

“Penghargaan ini tentu menjadi motivasi buat saya untuk terus mengangkat kebudayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke  ke level dunia,” sambung pria bertubuh besar dan kekar ini.

Sandec sendiri memang selama ini dikenal masyarakat sebagai orang yang sangat peduli dengan kekayaan budaya Indonesia.

Kepada PERWAMKI Sandec Sahetapy berpesan, ibarat perahu yang bocor, jangan ditinggal pergi tetapi haruslah ditambal dan diperbaiki agar terus bias berlayar. Jika ada masalah dalam tubuh PERWAMKI, jangan ditinggal pergi tetapi harus terus bertahan dan memberikan solusi atas persoalan yang ada agar PERWAMKI tetap terus bisa berkarya. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan