Unik dan Menarik, HKBP Tg.Priok Launching Unit Pelayanan Baru di “Tahun Baru Gerejawi”

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – ADA hal yang unik dan menarik yang dilakukan oleh Gereja HKBP Ressort Tanjung (Tg.) Priok, Jl, Swasembada Timur II, Jakarta Utara dalam memasuki kalender “Tahun Baru Gerejawi”. Pada ibadah minggu tahun baru kalender pelayanan gereja tersebut, HKBP ressort Tg. Priok melaunching (Peluncuran) sebuah unit pelayanan baru yang diberi nama TABEGE singkatan dari Tahun Baru Gereja.

Untuk diketahui, Tahun Baru Gereja dimulai pada minggu Adven. Adven dalam Gereja Kristen adalah nama periode sebelum Natal. Nama Adven diambil dari kata Latin Adventus yang artinya adalah Kedatangan. Dalam masa Adven umat Kristen menyiapkan diri untuk menyambut pesta Natal dan memperingati kelahiran dan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Adven disinyalir mulai dirayakan di kalangan umat Kristen sejak abad keempat.

Adven selalu mulai pada hari Minggu yang terdekat dengan tanggal 30 November (hari St. Andreas) atau minggu keempat di bulan November, dan berlangsung sampai Malam Natal 24 Desember Dengan ini panjangnya masa adven per tahun berbeda-beda, tetapi sebuah masa adven selalu terdiri dari 4 hari Minggu.

Selama masa minggu Adven, biasanya di altar gereja terdapat karangan daun cemara disertai batangan lilin yang menyala. Jumlah lilin yang menyala di altar gereja akan bertambah 1 setiap minggunya hingga 4 lilin yang menandakan berakhirnya minggu adven atau perayaan natal. Biasanya empat batang lilin (tiga ungu dan satu berwarna merah jambu) yang ditata di sebuah lingkaran yang berwarna hijau yang melambangkan kehidupan yang kekal.

Lilin-lilin itu dinyalakan sebagai berikut: Minggu Pertama: sebatang lilin ungu, Minggu Kedua: dua batang lilin ungu, Minggu Ketiga (Gaudete): dua batang lilin ungu dan satu lilin merah jambu, Minggu Keempat: tiga batang lilin ungu dan satu lilin merah jambu. Dan pada Malam Natal: keempat liin dan satu lilin natal berwarna putih di tengah rangkaian lilin adven lalu pada Hari Raya Natal semua lilin dinyalakan.

Lilin dan warna liturgi ungu melambangkan warna pertobatan dan penyesalan yang ditandai oleh masa puasa (bagi yang melakukannya). Lilin merah jambu dinamai juga lilin “Sukacita” (Gaudete) dan lilin ini berasal dari sejarah Adven. Seringkali sebatang lilin putih dinyalakan di tengah lingkaran. Ini adalah Lilin Kristus (lilin natal), yang melambangkan kelahiran Kristus. Lilin ini dinyalakan pada Malam Natal atau pada hari Natal itu sendiri.

Itulah alasan mengapa HKBP Tg.Priok melaunching TABEGE, yang merupakan unit pelayanan baru di gereja itu karena sarat makna dan arti yang mendalam. Apa itu TABEGE?, komplitnya unit pelayanan baru tersebut bernama “Tabege Angklung” HKBP Tg.Priok.

Yang unik dan menarik dari Tabege Angklung HKBP Tg.Priok, selain namanya diambil dari momentum tahun baru pelayanan kalender gereja, Tabege Angklung, seperti namanya merupakan Paduan suara (Choir) dimana personilnya menyanyi dan sambil memainkan alat musik angklung.

Namun bukan cuman alat musik angklung, di Tabege Angklung juga dikolaborasi dengan alat musik khas batak Tagading (Gondang) dan juga alat musik modern seperti Keyboard atau organ, yang semua personilnya adalah kaum “Hawa” di gereja itu.

Tabege Angklung resmi dilaunching saat ibadah minggu oleh Pendeta Ressort HKBP Tg.Priok, Pdt, Arthur Sitorus, M.Th.

“Tadi kita saksikan penampilan menarik dari Tabege Angklung sebagai tanda kita resmikan keberadaan mereka sebagai unit pelayanan baru di gereja kita (HKBP Tg.Priok). mari kita bertepuj tangan bersama-sama sebagai tanda peluncurannya,” kata Pdt, Arthur Sitorus sesaat di sela-sela khotbahnya dari atas mimbar di sesi kedua ibadah minggu HKBP Tg.Priok pukul 09:30, Minggu (29/11/2020).

Yang unik dan menarik dari keberadaan Ps.Tabege Angklung ini, kata Arthur, adanya perpaduan antara beberapa alat musik tradisional dengan alat musik modern.

“Angklung itu alat bukan alat musik kita (orang Batak) dipadu dengan alat musik kita Tagading dan dengan keyboard yang merupakan alat musik modern dari negeri luar menjadi harmonis dan indah. Ini sebagai pesan keterbukaan dan keharmonisan, segala alat musik dapat digunakan dalam memuji Tuhan,” terang Arthur yang saat itu memeberikan pelayanan khotbah ibadah minggu dengan mengambil nats Alkitab dari Mazmur 24:7-10.

Tabege Angklung pada Minggu itu (27/11/2020), tampil di setiap sesi ibadah di HKBP Tg.Priok. ada 4 kali ibadah minggu digelar HKBP Tg.Priok di masa pandemi covid-19 ini yakni; pada pukul 06;30,  pukul 09;30, pukul 15;00 dan pukul 18:00. Pada setiap sesi ibadah itu diikuti oleh jemaat dari wilayah (Wijk) yang sudah ditentukan (Jadwal giliran).

Adanya 4 kali ibadah di HKBP Tg.Priok dilakukan demi mengikuti protokol kesehatan seperti yang ditetapkan pemerintah yakni “Jaga Jarak”. Sebelum memasuki ruangan gereja, setiap jemaat wajib ditest suhu tubuhnya dan mencuci tangan dengan disfektan. Selama ibadah, jemaat wajib memakai masker hingga hidung dan tidak diperkenankan bersalaman. Usai ibadah, ruang gereja disemprot disfektan guna menseterilkan ruang ibadah.

“Sementara pada ibadah pukul 06:30, 15:30 dan pukul 18:00 mereka (Tabege Angklung) akan tampil secara virtual. Mari kita doakan mereka agar tetap setia melayani,” tandas Pdt, Arthur Sitorus. (ARP)

2 Comments

    • silahkan email materi yang akan diiklankan ke alamat email kami yang tertera di website (majalahspektrum@gmail.com). harga akan ditentukan kemudian setelah kami terima bahannya. tks

Tinggalkan Balasan