Strategi PENABUR International School Persiapkan Anak Didik “Go Global”

Jakarta, majalahspektrum.com  – BPK PENABUR mempersiapkan anak didik di BPK PENABUR Internasional School menjadi seorang anak dididk yang memiliki kompetensi sehingga mampu bersaing di kancah global. Memang bukan perkara mudah, terlebih pada masa pandemi Covid-19 ini.

Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) BPK PENABUR Jakarta menjawab tantangan itu dengan menghadirkan pendidikan berkualitas dalam menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing.

Kita menyadari pandemi telah membawa banyak perubahan dan dunia pendidikan pun harus beradaptasi,” kata Head of School Internasional Division BPK PENABUR Jakarta, Philip Myers, melalui siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Myers, dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan learning loss atau kehilangan pembelajaran yang terjadi selama siswa melakukan pembelajaran dari rumah sebagai upaya mencegah perluasan pandemi di sektor pendidikan.

Menghadapi tantangan learning loss di tengah masa pandemi ini, SPK BPK PENABUR Jakarta yang dikenal dengan PENABUR International menerapkan sejumlah strategi mulai dari pengintegrasian teknologi hingga penguatan peran guru dalam pembelajaran.

“Kami menggunakan teknologi, aplikasi atau platform berbasis internet kemudian mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran. Guru juga ditekankan lebih menjadi learning designer, bukan satu-satunya sumber pembelajaran,”jelas Myers.

Di sisi lain, PENABUR International melihat tantangan learning loss pada masa pandemic membawa dampak positif membuat orangtua memiliki waktu lebih dalam berinteraksi dan mendampingi proses pembelajaran anak dan sekaligus menjadi evaluasi besar-besaran bagi dunia pendidikan atas sistem yang selama ini telah berjalan.

Menjawab Tantangan Learning Loss

Isu learning loss membuat orangtua untuk lebih meluangkan waktu untuk berinteraksi dan memberi pendampingan pada pendidikan anak sekaligus menjadi terlibat aktif di dalamnya. Dalam dunia pendidikan, pandemi menjadi evaluasi untuk merefleksikan kembali system pembelajaran dan segera beradaptasi dalam mempersiapkan siswa menghadapi masa depan.

PENABUR International terus melakukan adaptasi dan inovasi kurikulum agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran abad 21 yakni kurikulum yang bisa memfasilitasi siswa dalam menguasai keterampilan yang dibutuhkan seperti penerapan strategi 4C (Creativity, Critical Thinking, Communication, Colaboration), Lifelong Learning (pembelajaran seumur hidup) dan kemampuan literasi digital.

“Memang di satu sisi terjadi learning loss, namun di sisi lain kita juga belajar lebih banyak. Guru menjadi lebih kreatif dan lebih inovatif. Mereka belajar bagaimana menyampaikan pengetahuan dalam format berbeda dari yang pernah mereka gunakan sebelumnya,” terang Myers.

“Dunia pendidikan belajar untuk beradaptasi. Situasi pandemi ini membawa perubahan. Kita bukan mengalami learning loss tapi juga learning gain,” tambah Myers.

Atmosfer dan international exposure menjadi hal yang mendapat perhatian khusus bagi PENABUR International. International exposure diyakini memiliki pengaruh besar dalam perkembangan pendidikan dan karir seseorang untuk jangka waktu panjang.

Memiliki international exposure melalui sekolah internasional dapat membantu memunculkan keunikan dan passion dalam diri. Seseorang dengan international exposure sejak dini diyakini akan memiliki pengalaman yang lebih kaya sebagai bekal masa depan untuk siap “go global”.

Oleh karena itu, PENABUR International menyiapkan berbagai instrumen agar anak tetap memperoleh pengalaman internasional sejak dini, meski di tengah tantangan masa pandemi. Berbagai pengalaman internasional ini sangat berfaedah untuk mengenal budaya berbagai negara dan mempersiapkan siswa agar tidak mengalami culture shock saat melanjutkan studi di negara lain.

Ada banyak konten pembelajaran yang dijalankan PENABUR International agar siswa tetap memiliki pengalaman internasional. Salah satunya, melalui virtual tour di mana siswa secara live streaming mengenal beragam wilayah, budaya dan melakukan interaksi sebagai bagian upaya memperkuat international exposure siswa.

Disrupsi pandemi ini tidak membuat siswa PENABUR International menjadi terbatas dalam pembelajar, termasuk untuk tetap mendapatkan international exposure. Misalnya saat ini sekolah tengah memanfaatkan berbagai sarana teknologi informasi dan internet untuk berkolaborasi dengan siswa sekolah di Singapura untuk melakukan proyek penelitian yang berhubungan dengan isu global.

Ada banyak perangkat dan fasilitas digital yang digunakan PENABUR International agar siswa tetap mendapatkan paparan internasional, budaya, dan mindset internasional, serta merasakan situasi yang berbeda di berbagai negara melalui digital.

Kurikulum Internasional dan Kualitas Guru

Dalam mempersiapkan siswa agar lebih siap melangkah global, PENABUR International menghadirkan kurikulum internasional Cambridge dengan dukungan guru-guru berkualitas. Pemilihan Cambridge Curriculum di PENABUR International karena kurikulum ini telah terbukti mampu mengasah kemampuan berpikir kritis (critical thinking) yang dibutuhkan siswa di masa ini dan masa depan.

“Critical thinking ini harus dibangun dalam diri siswa. Kita tidak ingin siswa hanya belajar sekadar mampu menjawab pertanyaan melainkan juga mampu bersikap kritis terhadap banyak hal. Cambridge curriculum memberikan pondasi yang kuat untuk itu,” jelasnya.

Selain hal itu, pemilihan kurikulum ini didasarkan karena Cambridge Curriculum telah diterima dan diakui oleh banyak universitas di seluruh dunia. Cambridge International Curriculum yang diadopsi PENABUR International telah terbukti memungkinkan siswa kian fasih berbahasa Inggris serta Indonesia, mampu bersaing secara global, memiliki pandangan internasional yang ‘berbeda’ di kancah dunia, serta memberi kesempatan lulusan PENABUR International melanjutkan studi di universitas terbaik di dunia.

Guna menjamin para lulusannya dapat melanjutkan ke universitas internasional terbaik, PENABUR International juga menjalin kolaborasi dengan NCUK. Melalui konsorsium ini siswa PENABUR International dapat memilih untuk mengambil program foundation year NCUK di tahun 11.

Setelah menyelesaikan ujian IGCSE dan program Foundation Year, siswa PENABUR International dijamin mendapat tawaran pendaftaran setidaknya satu dari 14 universitas di Inggris, dan juga potensi penawaran dari universitas di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, atau Eropa.

“Jalur bergaransi ini hanya tersedia melalui PENABUR International,” jelas Myers.

Hingga saat ini, 90 persen lebih lulusan PENABUR International telah diterima dan melanjutkan ke berbagai universitas bergengsi internasional, antara lain; University of Oxford (Inggris), University College London (Inggris), National University of Singapore (Singapura), Nanyang Technological University of Singapore (Singapura), University of Toronto (Kanada), The University of Manchester (Inggris), University of Melbourne (Australia), The Chinese University of Hong Kong (Hong Kong), University of British Columbia (Kanada), Monash University (Australia), hingga University of Amsterdam (Belanda).

Selain dukungan kurikulum yang telah mendapat pengakuan internasional, PENABUR International memberikan perhatian khusus terhadap kualitas guru sebagai garda depan pendidikan.

“Saya tidak ingin menjadi bias, namun saya meyakini kami memiliki guru-guru yang terbaik,”tegas Myers.

PENABUR International meyakini kualitas guru turut menjadi kunci keberhasilan siswa dalam studi sehingga PENABUR International memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas guru secara secara konsisten.

Minimal dua kali dalam setahun, PENABUR International melakukan pelatihan professional guru yang bertujuan memberikan pemahaman kepada para guru tentang apa yang dibutuhkan siswa dalam proses pembelajaran saat ini.

Trista Vania Kurniawan, siswi Grade 12 PENABUR International menyampaikan para guru memberikan dukungan penuh kepada para siswa baik secara akademik maupun nonakademik.

“Guru-gurunya friendly dan memahami siswa. Guru-guru juga mengajar lebih straight forward (lebih mudah dipahami siswa) dan menguasai bidangnya,” ungkap Trista yang tahun ini memilih Hong Kong sebagai destinasi studi selanjutnya.

Trista juga merasa mendapat dukungan dari sekolah termasuk dalam pendampingan studi ke luar negeri. “Sekolah memiliki counselor yang selalu membantu siswa dalam informasi hingga mendampingi siswa memperoleh universitas yang diinginkan,” ujarnya.

Pendidikan Karakter Menjadi Prioritas

Mengusung visi misi menjadi lembaga pendidikan Kristen unggul dalam iman, ilmu, dan pelayanan, mendorong PENABUR International tidak saja memfokuskan pada keunggulkan pendidikan akademik semata namun juga pendidikan karakter bermutu, khususnya nilainilai Kristiani.

PENABUR International ingin membantu siswa agar pondasi iman yang kuat dapat menjadi prinsip dan bekal hidup siswa. Oleh karenanya, PENABUR International serius dalam membangun kualitas karakter iman yang kuat.

“Entah kita go international atau nasional, kita harus hidup dengan prinsip itu. Karakter seseorang tidak dilihat dari warna kulit atau dari mana mereka berasal, tapi bagaimana kualitas iman. Dan karakter kristiani yang kuat ini menjadi pondasi mereka melangkah, entah itu nasional atau internasional,” ujar Myers.

Inilah yang kemudian mendorong PENABUR International memastikan siswa memiliki pondasi kuat untuk iman para siswa sesuai dengan salah satu misinya yaitu melahirkan generasi Trust in God, generasi yang mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.

Keseriusan PENABUR International dalam pendidikan karakter siswa ini, juga sangat dirasakan dampaknya oleh Maria Soepin orangtua Philip Sebastian Haryanto, yang baru lulus kelas 12 dan Natasha Sebastian Haryanto, kelas 8.

“Kami sudah lama mendengar PENABUR International sebagai sekolah terbaik. Kami juga melihat anak-anak sangat baik kalau bisa sudah belajar Bahasa Inggris sejak dini. Fasilitasnya juga lengkap. Itu alasan akhirnya kami memutuskan memilih PENABUR,” ungkap Maria.

“Akademiknya memang tough tapi juga diimbangi dengan kegiatan non-akademik untuk bersosialisasi dan mengembangkan bakat mereka yang lain,” tambahnya.

Maria menyampaikan, pendidikan karakter di PENABUR International membuat kedua anaknya menjadi lebih mandiri, displin, dan bertanggung jawab serta memiliki daya juang dan kemauan yang tinggi.

“Saya merasa dari sisi rohani juga sangat mendapat perhatian dari PENABUR sehingga kerohanian mereka berkembang dengan baik,” ujar Maria.

Terkait peran serta orangtua dalam pendidikan anak, Myers mengajak orangtua berperan aktif dalam membantu anak menemukan pilihan sekolah terbaik.

“Orangtua harus memperhatikan hal itu. Anak-anak biasanya hanya mengikuti teman. Oleh karena itu, orangtua harus terlibat, ambil bagian dan terlibat dalam memilih sekolah,” pesannya. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan