Sesama Advokat Harus Saling Menghargai

Jakarta, majalahspektrum.com – SEBAGAI advokat muda yang baru dilantik dan disumpah, tentu saya bangga akan profesi advokat. Profesi ini  menyenangkan karena kita bisa memberikan bantuan dan  pemahaman tentang hukum kepada masyarakat, bahkan membela kepentingan hukum klien.

Didalam proses saya menjadi advokat, ada materi yang diberikan pada saat Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), yakni kode etik advokat Indonesia. Kode etik itu merupakan dasar atau landasan dan hukum tertinggi dalam menjalankan tugas profesi sebagai advokat.

Berdasarkan kode etik advokat Indonesia, apabila terjadi pelanggaran oleh advokat maka terhadap advokat tersebut, dapat dijatuhkan sanksi yang paling ringan yakni peringatan biasa hingga paling berat yaitu pemecatan dari keanggotaan organisasi profesi oleh Dewan Kehormatan Organisasi Advokat.

Tetapi saat ini saya tidak membahas tentang sanksi tersebut, melainkan membahas bagaimana advokat sedemikian rupa diatur dalam rangka menjalankan tugasnya antara lain advokat tidak bisa mentelantarkan klien, hal tersebut berarti advokat harus secara maksimal dan profesional dalam rangka membela kepentingan klien baik itu selaku penggugat atau tergugat dalam perkara perdata  ataupun selaku tersangka, atau terdakwa dalam perkara pidana dalam persidangan maupun diluar persidangan.

Saat ini ada yang saya  lihat sangat relevan dan perlu dikaji yaitu  ketentuan di dalam kode etik advokat yang secara tegas dan jelas dalam Pasal 5 huruf a menyatakan : “Hubungan antara teman sejawat Advokat harus dilandasi sikap saling menghormati, saling menghargai dan saling mempercaya”.

Namun faktanya yang kita lihat terutama akhir- akhir ini dipublik adanya  peristiwa dimana antara advokat saling menyerang dengan sesama rekan advokat lainnya.

Saya tidak bermaksud masuk kepada permasalahan yang dipersoalkan mereka, tetapi menurut saya hal ini justru menimbulkan pertanyaan, bukankah apabila advokat saling menyerang dipublik justru diduga merupakan pelanggaran kode etik sesuai dengan pasal Pasal 5 Huruf C yang menyatakan “keberatan-keberatan terhadap tindakan teman sejawat yang dianggap bertentangan dengan kode etik advokat harus diajukan kepada Dewan Kehormatan untuk diperiksa dan tidak dibenarkan untuk disiarkan melalui media massa atau cara lain”.

Berdasarkan kode etik Advokat Indonesia,kalau seorang advokat diduga melanggar kode etik, ya sebaiknya laporkan ke organisasi itu aturannya. Dalam ketentuan kode etik saja, pemeriksaan adalah tertutup untuk umum, baru pada saat pembacaan putusan terbuka untuk umum.  hal ini berarti apabila ada peristiwa yang terjadi antara sesama advokat, tidak perlu diketahui secara umum atau di expose, diberitakan melalui media elektronik, seperti tv, maupun youtube dan media online lainnya.

Tonton Vidio : ( Advocat Jangan Saling Serang )

Demikian juga seandainya pun ada pelanggaran hukum pidana berkaitan dengan sesama advokat, sebaiknya tidak usah saling membeberkan kesalahan. Laporkan saja ke pihak berwenang agar di proses. Karena advokat juga harus menghargai asas praduga tak bersalah(presumption of innoncent), apalagi menyangkut  sesama rekan advokat.

Jadi selaku advokat muda saya berharap kepada yang senior-senior hendaknya memberikan contoh yang konkrit bahwa profesi advokat adalah officium nobile yaitu profesi yang terhormat yang  berdasarkan kode etik yang harus saling menghargai.

Kiranya ke depan tidak ada lagi pristiwa-peristiwa yang saling menyerang antar advokat yang dipertontonkan ke publik sehingga masyarakat tidak menilai advokat suka berantam atau berdebat antara sesama advokat, tetapi kalau berdebat didalam proses persidangan antara sesama advokat dalam perkara perdata maupun antara advokat dengan jaksa dalam perkara pidana dalam persidangan itu adalah hal yang biasa untuk mencari kebenaran.

Jadi, kepada advokat-advokat senior saya mengimbau;  supaya kedepan jangan lagi ada peristiwa saling serang sesama advokat, karena kami sebagai kalangan milineal sangat ingin agar advokat berwibawa dan dihargai,  sehingga kecintaan saya dan anak- anak muda bahwa profesi advokat merupakan profesi terhomat dapat di implementasi, pun keinginan masyarakat  mendapatkan keadilan melalui tugas-tugas advokat selaku penegak hukum dapat dirasakan.

 

Penulis : Clara Panggabean, S.H

(Penulis adalah Advokat Muda tinggal di Jakarta)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan