Diduga Kuat Klaim dan Oknum di Vidio FKTMB Hoax, Tumbalkan Diri Lindungi Anies?

Jakarta, majalahspektrum.com – USAI komentar juru bicara Partai Solideritas Indonesia (PSI), Sigit Wibowo di akun Twitter-nya @sigitwid tentang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diduga memanfaatkan program Pemprov mudik gratis untuk kampanye Capres menggema, muncul video klarifikasi yang mengaku relawan Anies warga Tanah Merah menggenakan seragam Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB).

Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB) mengaku sebagai pihak yang membagikan kaus Anies Presiden. Pengakuan ini disampaikan oleh seorang yang menyebut dirinya warga Tanah Merah bernama Ronald.

“Kami menyatakan bahwa kaos Anies capres kami yang bagikan jumlahnya hanya 50, dibuat oleh kami sendiri dari warga Tanah Merah, kami melakukan tanpa koordinasi dengan Pak Anies maupun Pemprov DKI. Murni inisiatif kami sendiri yang ingin mendorong Pak Anies jadi presiden. ” kata Ronal yang mengaku sebagai warga tanah merah atau dari FKTMB di video yang diupload di akun Twitter @fktmb, sehari setelah viralnya statement jubir PSI, Jumat, 29 April 2022.

Dalam video tersebut, sosok Ronald menyebut kaus itu mereka bawa ke terminal pulo Gebang untuk dibagikan ke pemudik atas inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan dan berkoordinasi dengan pihak Pemrov selaku penyelenggara program mudik gratis atau Anies sendiri.

“Soal ini Pak Anies tidak tahu-menahu. Ini memang pure dari kami warga Tanah Merah,” kata dia dalam unggahan video itu.

Ronal yang didampingi dua orang temannya memberi alasan, mengapa membuat kaos dan mendukung Anies menjadi calon presiden pada 2024, karena warga Tanah Merah sudah melihat langsung kerja nyata Anies Baswedan dalam membangun kampung Tanah Merah. “Kami suka pemimpin yang menepati janji, dan amanah seperti Pak Anies,” ujarnya lebay.

Sejak awal menonton video klaim FKTMB tersebut, wartawan majalahspektrum.com yang kebetulan tinggal dekat dengan kawasan tanah merah yang dimaksud pada video tersebut kurang yakin, pasalnya, selain tidak mengenal ketiga sosok dalam video itu, pengambilan lokasi gambar video dan kamera yang digunakan untuk rekam video meragukan dilakukan oleh warga tanah merah. Pun karena memahami kemampuan ekonomi dan karakter warga di sana pada umumnya yang tidak mungkin mau patungan uang untuk cetak kaus dan dengan sukarela pergi ke terminal pulo gebang untuk membagikannya. Oleh karenanya majalahspektrum melakukan investigasi berita untuk mengetahui kebenarannya dengan hasil sebagai berikut;

FKTMB berada di wiilayah Tanah Merah Plumpang, Jakarta Utara, terbagi dalam 3 wilayah Kelurahan, 2 Kecamatan yakni; Kelurahan Rawa Badak Selatan dan Kelurahan Tugu Selatan masuk ke Kecamatan Koja, 1 lagi Kelurahan Kelapa Gading Barat Kecamatan Kelapa Gading. Warga mengarap tanah tinggal di kawasan itu dan Mayoritas warga tanah merah adalah golongan masyarakat menegah ke bawah.

Diketahui, pengurus FKTMB berjumlah 15 orang, dan kebanyakan dari mereka tinggal di area Tanah Merah Tembok bolong termasuk sekeretaris organisasi tersebut bernama Frengki Sihombing bukan Purwanto seperti pemberitaan Tempo.co. disebut tanah merah tembok bolong karena daerah itu dikelilingi tembok yang dibangun pertamina, warga yang menggarap tanah yang diklaim milik pertamina tersebut kemudian membolongi tembok agar ada akses jalan keluar dari pemukiman mereka.

Dari keterangan mantan pengurus FKTMB dan warga sekitar, Frengki adalah mantan ketua Rt di wilayah itu yang kini menjabat sebagai LMK di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Frangki pernah mendapat protes dari pengurus PAC Koja Pemuda Badak Bersatu (PBB) karena membuat seragam mirip seragam PBB dan mengklaim mewakili orang Batak menyematkan ulos ke Anies saat berkunjung ke tanah merah beberapa bulan lalu.

“Ulos itu sakral bagi orang Batak, tidak bias sembarangan memberikan ulos begitu saja, siapa dia (Frangki) menyematkan ulos ke pak Anies, tokoh adat pun bukan. Dan kita sempat pertanyakan seragam yang dia buat mirip dengan seragam kita PBB,” kata Antonius Pasaribu, Ketua PAC PBB Koja, Sabtu, 30 April 2022.

Kemudian, dari penelusuran majalahspektrum.com, sejak Jumat (29 April 2022) hingga Minggu (1 Mei 2022) tidak ada satu pun warga tanah merah di tiga kawasan tersebut yang mengenal Ronal dan 2 orang sosok yang ada dalam video FKTMB tersebut, mereka bahkan tidak mendengar adanya warga mengumpulkan uang untuk cetak kaus Anies Presiden.

“Untuk makan aja susah gaya-gayaan patungan bikin kaus untuk Anies, ngak mungkin itu, apalagi kebiasaan warga sini kita tahulah,” kata seorang warga yang sudah belasan tahun tinggal di tanah merah.

Dari chat WhatsApp yang diketahui oleh majalahspektrum.com, Ketua FKTMB yang saat ini sedang mudik mengaku tidak kenal dengan ketiga orang yang ada dalam video tersebut. Sedangan Frangki Sihombing yang berdasarkan informasi merupakan sekretaris dari FKTMB, sejak Jumat malam hingga berita ini diturunkan, pesan WA dari majalahspektrum.com kepada nomor WA Frangki untuk meminta klarifikasi terkait video tersebut masih centang satu alias belum masuk dan terbaca.

Selain itu, seorang warga yang mengaku cukup dikenal dan mengenal warga seluruh kawasan tanah merah juga mengaku tidak mengenal 3 sosok orang dalam video yang mengaku sebagai warga tanah merah atau FKTMB itu.

“Saya tidak kenal orang itu dan tidak pernah llihat. Ada juga nama Roland di sini. Tolong jangan disebut nama saya ya,,” katanya tanpa mau identitasnya dipublikasikan.

Hampir puluhan warga yang berada di ketiga kawasan tanah merah yang ditanyai oleh majalahspektrum.com tidak ada yang mengenal ketiga sosok dalam video tersebut.

Penasaran akan klaim Ronal atau FKTMB yang membangikan kaus Anies Presiden di terminal Pulo Gebang, wartawan majalahspektrum mendatangi terminal pulo gebang untuk bertanya kepada para pedagang atau warga di sana tentang kebenaran adanya FKTMB membagi-bagikan kaus Anies.

Dari sejumlah pedagang dan warga di Pulo Gebang yang ditanyai, tak satupun yang mengaku melihat orang relawan Anies atau FKTMB membagi-bagikan kaus “Anies Presiden”.

Kesimpulan redaksi bahwa klaim pada video yang mengaku warga tanah merah tersebut kuat dugaan sebagai Hoax dengan oknum hoax, dibuat untuk melindungi Anies dari tudingan kampanye Capres mendompleng program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta yang mulai viral dan disangkakan menggunakan anggaran Pemprov Jakarta.

Penasaran akan kesimpulan tersebut, redaksi menonton kembali sebuah tayangan video saat Anies membagikan sebuah paket yang diduga kaus Capres di atas bus dan berfoto selfie dengan salah seorang penumpang peserta mudik gratis.

Dari tayangan video tersebut terlihat seorang pria mendapingi Anies di atas bus menggenakan kaus serupa yang diklaim dibuat dan didistribusikan oleh FKTMB. Dari situ dapat disimpulkan Anies tidak mungkin tidak tahu akan keberadaan kaus tersebut. Kalau pun tahu harusnya Anies menegur, tidak mengizinkan adanya sosok yang mendampinginya menggenakan kaus itu.

Pria yang dampingi anak (staff khusus atau ajudan) memakai kaus yang sana yang diklaim dibuat oleh fktmb

Selain itu, dalam video tersebut tampak Anies membagikan sebuah paket yang diklaim pendukung Anies adalah paket Masker dan Sanitizer ke salah seorang penumpang sumbangan dari PMI, namun bentuknya seperti agak berbeda dengan paket kedua yang (seperti disengaja) tersorot rekam video.

Tonton Vidionya: (Perhatikan Kaus yang Dikenakan pendamping Anies dan paket Yang dibagikan )

Hingga berita ini diturunkan, majalahspektrum masih akan melakukan investigasi kebenaran berita atas video FKTMB tersebut. Upaya untuk meminta keterangan dari Frangki Sihombing dan Lurah Rawa Badak Selatan akan dilakukan usai libur lebaran. (RED)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan