Alasan Mantan Kader PSI dan PDKB Hijrah ke PERINDO

gbi shalom

Jakarta, majalahspektrum.com – SEJUMLAH mantan Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Politik (Parpol) PSI dan PDKB hijrah ke parpol PERINDO. Mereka direkrut oleh PERINDO untuk menjadi bakal caleg pada Pemilu 2024.

Mantan Caleg PSI pada Pemilu 2019, Indra Wo mengungkapkan alasannya bergabung dengan PERINDO karena perbedaan Visi Misi yang di kedua parpol tersebut. Menurut dia, parpol PERINDO memiliki visi misi yang lebih pro kepada masyarakat kaum marginal.

“Dengan membantu UMKM dan Modal Usaha bagi masyarakat miskin agar naik taraf hidupnya. PERINDO lebih banyak kerja nyata daripada bicara, sedangkan PSI sekarang ini banyak bicara tak ada kerja sama sekali untuk membantu masyarakat miskin,” kata Indra, Bacaleg DPRD DKI Jakarta Dapil 3 ini di kantor pusat PERINDO, Jalan P.Dipenogoro, Jakarta, Sabtu (9/7/2022).

Menurut Irwa, ada perbedaan mencolok yang ia lihat dari anggota legislative dari PERINDO dan PSI. para anggota Legislatif dari PERINDO yang ada, mereka mau turun ke lapangan menjumpai warga yang membutuhkan bantuan, berbeda dengan anggota legislative dari PSI, khususnya di DPRD DKI Jakarta, yang tidak pernah dilihatnya turun ke lapangan membantu warga yang kesusahan.

“Anggota dewan yang terpilih dari PERINDO benar-benar bekerja sesuai visi misi partai yakni membantu tumbuhnya UMKM, membantu permodalan usaha dan membagikan bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan. Sedangkan anggota dewan dari dari PSI, khusunya yang ada di Jakarta belum pernah saya dengar dan lihat turun ke lapangan membantu, banyak ngomong dan kritik doing,” ungkapnya.

Senada dengan Irwan, mantan PSI lainnya, Ready Brahmana Yuda mengatakan, PSI dahulu dengan yang sekarang ini sangat berbeda. PSI saat ini katanya lebih banyak bicara dan kritik daripada kerja nyata.

“Di PERINDO saya lihat banyak melakukan politik kerja nyata untuk kesejahteraan rakyat. Ada banyak banget program-program PERINDO yang saya lihat memang dirasakan masyarakat, seperti; pembagian sembako, UMKM dan modal usaha,” terang Bacaleg DPR RI Dapil Jabar 6 (Kota Bekasi dan Depok) ini.

Ready mengaku simpatik dan interest dengan pernyataan Ketum DPP PERINDO yang mengatakan persatuan Indonesia terjadi jika masyarakatnya sejahtera.

Sementara, mantan Caleg PDKB, Deny Barends mengaku sudah lama dengar dari PERINDO. Tertarik dengan tag line PERINDO, dia lalu mencari tahu lebih jauh tentang PERINDO di internet hingga akhirnya tertarik bergabung dengan partai itu.

“PERINDO lewat program UMKM dan modal usaha bagi warga miskinnya sesuai dan konsisten dengan visi misinya yakni untuk Indonesia sejahtera. Ada banyak hal yang saya lihat di PERINDO tidak ada di partai saya yang lama,” ujarnya.

Menurut Barends, satu-satunya cara untuk menjadi partai politik yang besar di Indonesia adalah bagimana kita dapat mensejahterakan masyarakat marginal yang jumlahnya banyak di Indonesia.

Bacaleg PERINDO Eks PSI dan PDKB di Kator Pusat PERINDO

Terkait keberadaan para mantan kader PSI dan PDKB tersebut di kantor pusat PERINDO, Ketua DPP Bidang Sosial dan Kesra yang juga anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PERINDO, Yerry Tawalujan menjelaskan, partainya saat ini tengah melakukan penjaringan para bakal calon legislative.

“Ada dua cara PERINDO menjaring para Bacaleg, pertama melalui konvensi rakyat dimana para tokoh yang ingin menjadi Caleg PERINDO dapat melakukan pendaftaran secara online melalui website PERINDO. Cara Kedua dengan menjaring, mendekati secara langsung figure-figur potensial yang kita lihat memiliki kapasitas, popularitas dan kemampuan termasuk tokoh-tokoh dari parpol lain,” terang Yerry yang juga Ketua Umum Gerakan Kristen Indonesia (Gerkindo) ini.

Menurut jru bicara Nasional partai PERINDO ini, partainya selama 7 tahun ini telah terbukti berupaya membangun masyarakat Indonesia sejahtera melalui program UMKM, memberikan modal usaha bagi orang miskin dan memberikan bantuan sembako bagi yang kesusahan. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan