Warga Ingin Mamasa Maju Bangkit Dari Keterpurukan Selama 12 Tahun Belakangan

gbi shalom

Mamasa, majalahspektrum.com – SAMA seperti warga di desa Nosu, warga di Kecamatan Bumal dan  Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menginginkan Mamasa Maju Bangkit karena selama 12 Tahun belakangan ini Mamasa tidak mengalami kemajuan sedikitpun malahan semakin terpuruk dan terbelakang.

Keinginan tersebut mereka sampaikan kepada Advokat yang juga pengusaha Kuliner, Agus Butarbutar, St, S.H, yang dikatahui terbeban bakal maju sebagai calon Bupati Mamasa pada Pilkada serentak 2024 mendatang melalui jalur independen. Dukungan terhadap Agus dating dari warga lokal dan warga gereja.

Kabupaten Mamasa dikenal sebagai daerah dengan penduduk mayoritas (80%) menganut agama Kristen.

Agus dan warga di Tiga wilayah tersebut mengeluhkan tidak adanya pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang berjalanannya roda ekonomi di Mamasa. Akibatnya, potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Mamasa, seperti sektor Pariwisata, Pertanian dan Perkebunan tak ada gunanya.

Baca Juga : ( Sekelumit Masalah dan Permintaan Warga di Kabupaten Mamasa )

Di sektor Pariwisata, Kabupaten Mamasa menjadi daerah unggulan dan andalan pariwisata Provinsi Sulawesi Barat. Dengan udara sejuk pengunungan, di sana terdapat air terjun terindah kedua di dunia. Di sektor perkebunan, Kopi Toraja yang terkenal itu berasal dari Kabupaten ini.

“Hampir tidak ada pembangunan infrastruktur di Mamasa, lalu kemana uang anggaran daerahnya?. Pasar-pasar seperti di Lakahan Tabulahan, Tandukkalua dibuat sampai sekarang kosong penjual dan pembeli, pasar yang sudah lama ada malah ditutup diganti dengan patung Kerbau di situ, untu apa coba keberadaan patung tersebut sampai harus menutup pasar tradisional yang sudah ada yang secara tidak langsung menutup pergerakan ekonomi warga,” terang Agus Butarbutar, dalam pers rilisnya yang diterima, Rabu (27/7/2022).

Dugaan penyelewengan anggaran belanja daerah pun menjadi sorotan warga. Oleh karenanya warga meminta kepada Agus untuk menyurati atau mendatangai KPK atau Kejagung di Jakarta guna melakukan audit atau pemeriksaan di Pemkab Mamasa.

“Semua masyarakat Mamasa harus berubah secara total supaya ada perubahan cepat, baik di bidang Isfrastruktur guna mengerakan perekonomian warga. Menghidupkan dan memaksimalkan potensi Pariwisata dan Perkebunan di Mamasa,” tutur pemilik Rumah Makan Abbjud di kota Makasar ini.

Tercatat sebagai anggota jemaat Gereja Toraja Mamasa (GTM), Agus Butarbutar yang merupakan pria kelahiran Makasar keturunan etnis Batak ini mengaku bakal maju sebagai Bacabup Mamasa pada tahun 2024 dari jalur independen (perorangan) atas desakan dan dukungan warga gereja dan warga asli Mamasa.

“Mamasa daerah dengan penduduk mayoritas Kristen tetapi selalu dipimpin oleh Bupati Muslim. Pun penduduk etnis mayoritas di daerah ini lebih percaya dengan orang dari luar mereka karena yang sudah-sudah sebelumnya pemimpin dari mereka pun tak menunjukan kepedulian dan membuat kemajuan di Mamasa,” ujar Agus.

Saat bertemu warga di Kecamatan Tabulahan, Senin (25/7/2022) malam, warga meminta Agus untuk meminta kepada Dinas terkait di Kabupaten Mamasa untuk mencabut atau merubuhkan Patung Kerbau yang berdiri di atas tanah yang dahulunya adalah pasar rakyat yang ramai. Selain itu agar tidak ada lagi praktik bayar-membayar guna menikmati fasilitas yang dibangun Pemkab Mamasa kepada warga. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan