Site icon

Makna Paskah ditengah Krisis Ekonomi Dampak Konflik Timteng Menurut John N Palinggi

Jakarta, majalahspektrum.com – KETUA harian wadah kerukunan agama, Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr, John N Palinggi, MM, MBA mengucapkan Selamat Jumat Agung dan Paskah bagi umat Kristen dan Katolik di seluruh Indonesia.

Menurut John Palinggi, Paskah mesti dirayakan dengan berubah dari manusia lama berubah menuju manusia baru. Dirayakan karena merupakan kemenangan Iman, lepas dari dosa maut.

“Paskah adalah puncak iman umat kristiani dan katholik yang mesti dimaknai dengan perubahan sikap hidup yang lebih baik. meninggalkan kebiasaan dosa lama dan memulai hidup yang diperbaharui lebih baik,” kata John Palinggi di Jakarta kemarin.

Lanjut John, Paskah memiliki makna kemenangan atas kematian dan Dosa. Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan Ia mengalahkan maut dan dosa, memberikan jaminan keselamatan kehidupan kekal.

“Paskah juga bernakna Kasih dan Pengharapan yang menegaskan bahwa kasih Allah lebih kuat dari kejahatan dan kematian. Paskah melambangkan Transisi dari Kegelapan menuju Terang, serta melepaskan manusia dari kehidupan lama yang berdosa menuju kehidupan baru yang beriman,” terang John.

Lanjut John, sebelum perayaan Paskah ada rangkaian pra Paskah yang disebut Pekan Suci terkait Peristiwa-peristiwa kehidupan terakhir Yesus sebelum mati di kayu salib lalu bangkit pada hari ketiga.

Dimulai dari Minggu Palma yang memperingati masuknya Yesus ke Yerusalem dengan penuh kemenangan dimana Orang-orang menyambutnya dengan lambaian daun Palma.

Kemudian Kamis Putih yang merupakan mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama murid-muridNya dimana Yesus membasuh kaki para murid-Nya dan melakukan sakramen Ekaristi atau Perjamuan Kudus.

Kemudian Jumat Agung mengenang peristiwa kematian Yesus di kayu salib.Setelah Jumat Agung ada Sabtu suci dan terakhir ditutup dengan Paskah (Kebangkitan Yesus dari kematian).

“Paskah itulah puncak iman kristiani. perayaan menang dari dosa maut. kalahkan kematian,” ujar John.

Lanjut John lagi, sama seperti perjalanan sengsara Yesus menuju kematian di kayu salib demi untuk menebus dosa umat manusia dan kemudian bangkit dengan kemenangan, menang dari maut yang dirayakan, begitulah juga hidup kita di dunia tidak lepas dari sengsara dan masalah namun kita harus mengalahkannya dengan bersandar pada Tuhan.

“Kalau ada krisis ekonomi akibat dampak konflik timur tengah saat ini, lihatlah secara positif. karena masalah dan kesengsaraan bagian dari kehidupan yang tak dapat dihindari, justru karena itu menciptakan manusia lebih baik,” ungkapnya.

Momentum paskah, kata John, mengajak umat kristen dan katholik menjadi manusia baru, mengasihi sesama manusia seperti kepada diri sendiri (hukum Kedua dari hukum kasih yang Yesus ajarkan).

“Mengasihi sesama manusia bukan sesama seiman tetapi kepada semua manusis tanpa melihat agama dan kepercayaannya,” terang John.

John mengajak umat kristiani dan katholik untuk membantu mengurangi kesusahan ekonomi orang lain jika terjadi krisis ekonomi akibat dampak konflik Timteng.

“Jangan tidak membantu orang lain padahal engkau mampu. jadilah manusia baru yang dimenangkan dari dosa maut (Paskah),” ajak John. (ARP)

 

Exit mobile version