Site icon

Renungan PASKAH 2026 ; “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita di Tengah Berbagai Kesulitan”

Renungan, Majalahspektrum.com – MELALUI Nats Injil Yohanes 20:19-22 dan 2 Korintus 5:17, kita merayakan Paskah di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja.

Banyak orang bergumul, karena : ekonomi yang semakin sulit, masa depan terasa tidak pasti hubungan antar sesama semakin renggang, Bahkan di bangsa kita, Indonesia, kita melihat: perpecahan mudah terjadi, empati mulai menipis, kekuatiran akan resesi ekonomi semakin besar.

Namun di tengah semua itu, Paskah datang membawa kabar yang luar biasa: Kristus bangkit dan kebangkitan-Nya membarui kemanusiaan kita.

1. Kristus Bangkit Membawa Damai di Tengah Ketakutan 

Dalam Yohanes 20, kita melihat murid-murid bersembunyi. Mereka takut. Mereka kehilangan harapan dan masa depan, lalu tiba-tiba Yesus Kristus datang dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu.”

Perhatikan, Yesus tidak menunggu mereka kuat. Dia datang justru pada saat mereka sedang lemah, tidak ada harapan.

Saudara, ini sangat relevan bagi kita hari ini. Banyak orang: cemas tentang pekerjaan, takut akan masa depan yang suram, lelah dengan tekanan hidup yang semakin berat. Namun Paskah berkata: Tuhan hadir di tengah ketakutan kita, bukan setelah keadaan menjadi baik.

Saat hati gelisah, tujukan hati dan pikiran kita, ingat Kristus hidup, Saat hidup terasa berat, percaya Dia dekat dan memperdulikan kita.

Damai dari Tuhan Yesus bukan karena keadaan berubah, tetapi karena Kristus hadir dalam hidup kita, keluarga kita, gereja kita dan bangsa kita.

2. Kristus Bangkit Membarui Hati Manusia .

Dalam 2 Korintus 5:17 berkata: “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”. Masalah terbesar dunia bukan hanya ekonomi atau politik tetapi hati manusia itu sendiri. Hari ini kita melihat: orang mudah marah, cepat menghakimi, sulit mengampuni. Inilah tanda bahwa kemanusiaan kita sedang terluka. Namun kebangkitan Kristus membawa pembaruan dari dalam.

Apa artinya menjadi manusia baru? Suatu perubahan, suatu transformasi.

dari egois berubah menjadi peduli, dari hati yang penuh luka, mampu berubah menjadi pengampun, dari keputusasaan berubah menjadi penuh pengharapan.

Contoh sederhana: dulu mudah tersinggung, berubah sekarang belajar sabar, dulu tidak pedulian berubah sekarang mulai mau menolong, dulu menyimpan sakit hati berubah sekarang belajar melepaskan pengampunan. Paskah bukan hanya mengubah status kita, tetapi mengubah hati kita.

3. Kristus Bangkit Memanggil Kita Menjadi Pembawa Harapan .

Setelah berkata “Damai sejahtera”, Yesus berkata: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”.Artinya: Kita tidak hanya menerima berkat Paskah, tetapi diutus untuk membawa dampak kepada orang lain.

Di tengah Indonesia saat ini: kita dipanggil menjadi pembawa damai menjadi terang di tengah kegelapan, menjadi suara kasih di tengah kebencian Dunia mungkin tidak membaca Alkitab tetapi dunia akan membaca hidup kita.

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan, Paskah bukan hanya tentang kubur yang kosong, tetapi tentang hati yang diubahkan. Karena Tuhan Yesus Kristus bangkit: harapan kita tidak mati, hidup kita tidak sia-sia, masa depan kita ada di tangan Tuhan.

Pertanyaan untuk kita di hari Paskah ini, Apakah saya sudah hidup sebagai manusia baru?, Apakah orang lain melihat Kristus melalui hidup saya?.

Selamat memperingati Paskah 2026. Kristus bangkit, kiranya hidup kita pun dibaharui dan menjadi terang di tengah dunia yang gelap. Amin.

Oleh : Pdt, Dr, Mulyadi Sulaeman

(Gembala Sidang GSPDI House Of Filadelfia Bellezza Permata Hijau Jakarta Selatan)

Exit mobile version