Jakarta, majalahspektrum.com – KEBANGKITAN Doa Nasional kembali digelar di minggu Hari Turunnya Roh Kudus (Pentakosta), Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan Doa ini digelar serentak di 38 Provinsi se-Indonesia dan Luar Negeri, tersebar di lebih 170 titik atau Kota.
“Dimulai dari pukul 18:00 sampai pukul 20:00 WIB. Di Jakarta digelar di Gadung IKI, KTC Mall ini dihadiri 500 peserta yang berasal dari lintas denominasi gereja, komunitas dan lintas generasi. Turut pula hadir Pembimas Kristen Jakarta, Harapan Nainggolan,” terang Ketua Panitia Kebangkitan Doa Prov. Jakarta, Ps. Bryant Lucas Wong, di gedung IKI, Gading Premiere, Lt.2 KTC Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/05/2026), petang.
Diinisiasi oleh Jaringan Doa Nasional (JDN), acara Kebangkitan Doa Nasional ke-2 ini mengangkat tema ; “Berkolaborasi dan Bersinergi Membangun Gerakan Doa dalam Kebenaran”, Yesaya 54 : 2-4.
“Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, melalui gerakan doa ini berharap Tuhan melawat Indonesia. bangkit dari berbagai persoalan dan masalah yang menimpa saat ini,” kata Fasilitator Umum JDN, Pdt, Aristarkus Tarigan.
Kata Pdt, Aristakus, Kebangkitan Doa Nasional 2 ini digelar sebagai momentum membangun kembali mesbah doa di tiap gereja dan keluarga, menghubungkan Indonesia dengan mesbah doa.
“Doa adalah panggilan gereja dan umat percaya untuk Indonesia bangkit. Yakin pertolongan hanya daripada Tuhan,” ujar Pdt, Aristakus yakin.
Lewat momentum ini diharapkan gereja menjadi satu lewat gerakan doa seperti yang tertulis di dalam kitab Injil; Yohanes 17:21, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
Sementara, Fasilitator Nasional JDN Bidang Mobilisasi, Ps. Festy Sarumaha mengungkapkan tingginya antusias umat Tuhan, khususnya generasi muda mengikuti Kebangkitan Doa Nasional 2 ini.
“Tua-tua kota lintas denominasi gereja dan komunitas pemuda di tiap kota bergerak antusias berkumpul untuk berdoa bagi bangsa, mereka meminta Pokok-pokok Doa ke kami. mereka yakin lewat doa Tuhan lawat Indonesia mengatasi berbagai krisis dan masalah yang ada,” ungkap Ps. Festy.
Selaras dengan itu, Pengarah dan Fasilitator Nasional dari Menara Doa Kota Nasional, Pdt, Dr, Tony Mulia mengingatkan kembali keadaan Indonesia yang dilanda berbagai bencana alam pada Tahun 2004. Umat Tuhan pada 5 Mei 2005 (05.05.05) mengelar “Indonesian Prayer Conference” memohon lawatan pertolongan Tuhan atas Indonesia.
“Kala itu banyak prediksi Indonesia akan terpuruk, mengalami krisis parah, namun nyatanya Indonesia baik-baik saja hingga saat ini,” kata Pdt, Tony.
Pdt, Tony berharap, Kebangkitan Doa Nasional 2 ini menjadi momentum membangun mesbah doa di tiap-tiap gereja dan keluarga, berdoa untuk kebangkitan bangsa.
Diketahui, setelah bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utarasaat dan erupsi gunung Semeru, saat ini Indonesia tengah menghadapi ancaman krisis ekonomi akibat lemahnya nilai Rupiah terhadap Dolar AS dan dampak krisis konflik Timur Tengah Iran Vs As-Israel. (ARP)

