Mesra Dengan Zakir Naik, Abai Kasus Intoleransi Sukabumi-Depok. GAMKI Minta Prabowo Ubah Nomenklatur Menteri Agama

Jakarta, majalahspektrum.com – MELALUI Pernyataan Sikap-nya, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengecam keras terjadinya aksi intoleransi beruntun baru-baru ini. GAMKI juga mempertanyakan sikap Menteri Agama yang dinilai hanya peduli dan sibuk urusi kepentingan agama Islam saja, abai terhadap peristiwa intoleransi dan meminta kepada Presiden Prabowo untuk mengubah saja Nomenklatur Menteri Agama.

Diketahui, dalam rentang waktu satu minggu terjadi aksi intoleransi yakni; Pengurasakan dan pembubaran Retreat Anak-Remaja kristen di sebuah Vila Sukabumi (27/6/2025) dan Penolakan pembangunan gedung Gereja GBKP Depok Studio Alam di Jalan Palautan Eres, Kecamatan Cilodong, Kota Depok pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Atas peristiwa itu, hingga kini tidak ada respon dan perhatian Menteri Agama, Nasarudin Umar.

“Baru seminggu sebelumnya terjadi pembubaran kegiatan retret pemuda Kristen di Sukabumi, ternyata peristiwa intoleransi kembali terulang di Depok. Pemerintah jangan anggap sepele dengan persoalan intoleransi ini,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat dalam siaran pers-nya, Rabu (9/72025).

Soal penolakan gereja GBKP Depok, Sahat menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan pihak GBKP Studio Alam Depok, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah terbit pada 4 Maret 2025. Persyaratan pendirian rumah ibadah telah dipenuhi dengan jumlah jemaat lebih dari 90 orang, sertifikat tanah atas nama gereja, serta persetujuan lebih dari 60 warga setempat sesuai ketentuan.

Bahkan, lanjut Sahat, pihak Gereja telah berjanji menghibahkan sebagian tanah milik Gereja untuk memperlebar akses jalan dari 1,5 meter menjadi 5 meter demi kepentingan warga. Gereja juga akan membangun saluran air di belakang perumahan guna mengatasi pembuangan air warga yang selama ini ke area gereja.

“Jadi, semua persyaratan secara regulasi sudah dipenuhi. Gereja juga berkomitmen membantu persoalan masyarakat sekitar terkait jalan dan saluran air. Namun masih saja ada penolakan,” terang Sahat.

Untuk itu, GAMKI meminta agar negara hadir memastikan konstitusi dijalankan dengan menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi setiap warga negara sebagaimana dijamin UUD 1945.

“Kami juga mempertanyakan bagaimana peran dari Menteri Agama Nasaruddin Umar? Selama beberapa bulan ini, GAMKI menunggu pernyataan dan tindakan tegas dari Menteri Agama terkait kasus-kasus intoleransi, tapi tidak ada terdengar responsnya di publik. Mungkin jeritan rakyat yang mengalami tindakan intoleransi ini belum terdengar oleh Bapak Menteri,” tukas Sahat.

GAMKI menilai, menteri agama saat ini tampaknya hanya memperhatikan kepentingan umat Islam saja. Bahkan sang menteri meluangkan waktu untuk bertemu pendakwa kontroversial asal India, Zakir Naik pada 4 Juli 2025.

Atas: Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu pendakwah Zakir Naik pada tanggal 4 Juli 2025 (Foto: Facebook Zakir Naik) Bawah: Peristiwa pembubaran retret di Sukabumi

“Kami ingat sekali pada bulan Desember 2024 lalu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan keprihatinan karena minimnya masjid di sepanjang Jalan Thamrin – Sudirman dan kawasan Pantai Indah Kapuk. Bahkan beliau menyatakan sudah berusaha untuk membangun masjid di PIK, sehingga akhirnya dibangun kompleks syariah seluas 30 hektare di kawasan itu,” ungkap Sahat.

“Kami minta, beliau juga memberikan perhatian yang sama untuk bisa menyelesaikan persoalan pembangunan rumah ibadah di berbagai daerah. Para warga Gereja tidak meminta sampai 30 hektar, cukup sebidang tanah dan jaminan untuk bisa membangun Gereja dan beribadah dengan aman,” sambung Sahat.

Menurut Sahat, jika Nasaruddin Umar tidak juga serius menyelesaikan kasus-kasus intoleransi ini, lebih baik nomenklatur Menteri Agama diubah saja menjadi Menteri Urusan Agama Islam.

“Jika Menteri Nasaruddin Umar tidak serius mengurus persoalan agama-agama lainnya, GAMKI sarankan kepada Bapak Presiden Prabowo untuk mengubah tugas, fungsi, dan nomenklatur beliau untuk fokus mengurus Agama Islam saja,” tandasnya. (ARP)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*