Lomba Karya Tulis Guru Kristen Usai, Pemenang Telah Terpilih

Jakarta, majalahspektrum.com – SETELAH berproses selama kurang lebih 6 bulan, akhirnya Lomba Karya Tulis Guru Kristen (LKT GUKI) tingkat Nasional telah usai, para pemenang telah ditetapkan.

Lomba karya tulis bagi guru kristen anggota GUKI itu resmi dibuka pada Tanggal 19 Juni 2026, bertepatan dengan Perayaan syukut HUT Ke-1 GUKI di Aula Coram Deo, Sekolah Kristen Tritunggal Semarang. Saat ini nama-nama peserta beserta Karya tulis mereka sudah ada di tangan panitia LKT GUKI dari juri final. Pengumuman pemenang disertai penyerahan hadiah Juara rencananya akan dilakukan saat acara “Perayaan Hari Guru Nasional” oleh GUKI, 27 November 2026 mendatamg.

“Total hadiah 10 juta rupiah untuk Juara 1, 2, 3, juara Harapan dan juara tulisan favorit pilihan pembaca,” kata panitia koordinator juri lomba, Agus R Panjaitan, Sabtu (8/11/2026).

Dalam LKT yang dielenggarakan hasil kerjasama GUKI-MPK, Dirjend Bimas Kristen dan Jurnalis Kristen ini mengambil tema : “Guru Kristen Mencerdasan, Membentuk Karakter dan Mencetak Generasi Unggul bagi Kristus”.

Adapun Sub Tema judul pilihan bagi peserta lomba yakni ; 1. Guru Inspiratif, 2. Guru sebagai Pendidik Unggul Ilmu, Unggul Iman, Unggul Karakter dan Guru dan Teknologi Pintar

“LKT Guru kristen dibagi 2 tahap yakni; babak kualifikasi dan babak final. Juri memilih 10 tulisan terbaik untuk masuk babak final, dari 10 tulisan itu juri final memilih tulisan untuk Juara 1, 2, 3 dan Harapan, sedangkan juara tulisan favorit dipilih oleh pembaca atau masyarakat melalui portal berita media online kristen yang menerbitkan 10 tulisan itu. Tulisan dengan jumlah pembaca yang terbanyak itulah juara tulisan favorit,” terang Agus.

Terkait suksesi penyelenggaraan LKT GUKI itu, Ketua GUKI yang juga Pengurus Harian Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia, Wulanningrum, M.Pd mengatakan, LKT diselenggarakn untuk memberi ruang bagi guru Kristen dalam menyuarakan gagasan adalah langkah yang patut disyukuri.

“Di tengah kesibukan dan kepenatan tugas mendidik, karya-karya ini hadir bagai oase yang menyejukkan, membuktikan betapa kita memiliki begitu banyak pendidik berbobot di tanah air,” Wulanningrum yang juga Direktur Akademik Sekolah Kristen Tritunggal Semarang, Jateng ini.

Lanjut bu Wulan, panggilan akrab Wulanningrum, lewat wadah yang tepat, kedalaman dan kebaruan pemikiran guru kristen akan memberi dampak lebih luas melampaui dinding sekolah untuk menjangkau rekan sejawat hingga masyarakat.

“Mari terus berkarya dan menginspirasi melalui tulisan yang tak lekang oleh ruang dan waktu!,” ajak Wulan.

Ketu GUKI Wulanningrum. M.Pd

Sementara, Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia, Handi I mengatakan, melalui guratan pena dalam lomba LKT ini, diharapkan mengungkapkan keindahan visi dan ketulusan hati para pendidik dapat tertuang menjadi inspirasi yang hidup.

“Sebagai Ketua MPK, saya menyambut hangat dan mendukung penuh penyelenggaraan lomba menulis bagi para guru Kristen ini. Bagi kami, guru adalah tiang utama sekaligus stakeholder terpenting dalam dunia pendidikan yang memegang amanah besar untuk mengubah masa depan dan hidup para murid,” kata Handi.

Melalui LKT, kata Handi, MPK menaruh harapan besar agar ajang ini melahirkan guru-guru yang mampu menjadi teladan nyata, bersinar terang dalam menghidupi panggilan mulia mereka.

“Semoga setiap tulisan yang lahir tidak hanya menjadi karya, tetapi juga pemantik semangat yang memberi dampak mendalam serta menggerakkan guru-guru lain untuk terus bertumbuh,” harap Handi yang juga Anggota Dewan Pendidikan Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini.

Ketum MPK Indonesia, Handi Irawan, M.BA

Apresiasi tinggi datang dari Dirjend Bimas Kristen Kementerian Agama RI. Dirjend Bimas Kristen menilai LJT GUKI merupakan langkah positif dalam mendorong para Guru Kristen, untuk terus mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta budaya literasi melalui karya tulis yang inspiratif dan membangun.

“Direktorat Jenderal Bimas Kristen* Kementerian Agama RI, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya LKT GUKI 2026. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang, baik Juara I, II, III, Juara Harapan, maupun Juara Favorit Pilihan Pembaca. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Kristen di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Bimas Kristen Kemenag RI, Dr, Jeane Marie Tulung, M.Pd dalam pesan yang diterima.

Dirjend Bimas Kristen Marie Tulung berharap seluruh peserta lomba terus menulis dan berkarya. Sebab, guru bukan hanya mendidik melalui perkataan dan pengajaran, tetapi juga dapat menginspirasi serta membawa perubahan melalui tulisan.

“Harapan saya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun budaya literasi yang kuat di kalangan Guru Agama Kristen. Teruslah berkarya, karena satu tulisan yang lahir dari ketulusan dapat menjadi inspirasi bagi banyak generasi,” harap Marie Tulung.

Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Dr, Jeane Marie Tulung, S.Th, M.Pd

Untuk diketahui, GUKI adalah organisasi bagi para guru kristen yang dibentuk oleh MPK Indonesia pada, 17 Juni 2025, bertepatan dengan perayaan HUT MPK ke-75 di Auditorium IPEKA Integrated Chistian School, Jakbar. GUKI telah terdaftar secara resmi sebagai organisasi profesi guru di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nomor registrasi OPG20260105010.

GUKI memiliki Visi-Misi; “Menjadi komunitas pemersatu guru Kristen Indonesia yang mengerjakan panggilan Allah untuk mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas dan berdampak bagi murid dan masa depannya”.

Misi GUKI :

1. Memperkuat panggilan ilahi guru Kristen melalui pembinaan iman, pengembangan kompetensi, dan komunitas yang saling meneguhkan.

2. Membangun kemitraan strategis dengan MPK, pemerintah, dan komunitas guru lainnya secara nasional.

3. Mendorong penghargaan bermartabat bagi guru Kristen sebagai pelayan Tuhan di dunia pendidikan.

3. Menumbuhkan kolaborasi holistik antara guru, orang tua, dan gereja demi generasi berkarakter Kristus.

4. Meningkatkan kesejahteraan holistik mencakup aspek spiritual, emosional, dan finansial

Sementara, Fokus utama GUKI adalah untuk mengembangkan profesi Guru Kristen Indonesia secara holistik dan secara aktif berkontribusi untuk meningkatkan mutu pendidikan Nasional. (ARP)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*