Lulusan STTIJA Siap Jadi Guru dan Gembala di Pedalaman

gbi shalom

Jakarta, Majalahspektrum.com – KETUA Sekolah Tinggi Teologia Injili Jakarta (STTIJA), Willem Frans Ansanay, S.H, M.Pd mengatakan, para mahasiswa lulusan STTIJA siap menjadi Guru dan Gembala di desa-desa hingga pedalaman. Hal itu, kata dia, selaras dengan tujuan pembangunan pemerintah, khususnya misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang termuat dalam poin ketiga dari Nawacita yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuanmembangun Indonesia dan sebagai salah satu wujud nyata Pemerintah melakukan pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

“STTIJA juga terus berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah melalui Bimas Kristen Kemenag RI dan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud tentang peningkatan daya saing bangsa dan mutu lulusan. Yakni mutu karakter dan keterampilan melalui kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat dan praktek di dunia pendidikan dan pelayanan,” kata Frans dalam sambutannya di acara Wisuda Sarjana Pendidikan Agama Kristen STTIJA di Aula Kampus, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (24/11/2021) petang.

Dijelaskan Frans, para mahasiswa dan lulusan STTIJA mempunyai kewajiban untuk melakukan pelayanan pedesaan dengan menjalin kerjasama dengan Lembaga Gereja, dalam hal ini Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), juga kerjasama dengan Lembaga Pendidikan lain, Pemerintah setempat dan Lembaga Swadaya Masyarakat sesuai dengan Amanat Agung  dalam Injil Matius 28:19 dan Motto STTIJA “Diutus, Berkarya dan Menghasilkan Buah”.

“Ini adalah dasar dan teladan bagi civitas akademi STTIJA dalam melaksanakan tugas Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, sehingga seluruh sikap dan tindakan mencerminkan seorang pemimpin yang terus berkarya dan menghasilkan buah-buah iman bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus,” terang Frans.

Saat ini, jelas Frans, STTIJA berstatus “Akreditasi Baik” dengan SK BAN PT No; 2673/SK/BAN-PT/Ak-PKM/MIV/2020 Prodi PAK. STTIJA memiliki 2 kampus yakni; Kampus A di Jl. Kerja Bakti, No.18, Kec.Makasar, Jakarta Timur dengan luas tanah 900 m2 dan bangunan 2700 m2. Kampus B di Puri Ganda Asri, Blok B5, No.7, 9 dan 10 dengan 2 asrama Putrid an 1 asrama Putra.

“Kita (STTIJA) ada 12 dosen yang berkompeten di bidangnya yang 4 diantaranya bergelar Doktor dan 2 kandidat Doktor,” jelasnya.

Fernis Laila, Lulusan Terbaik STT Injila Jakarta 2021

Sementara lulusan terbaik wisudawan jatuh pada Fernis Laila, seorang wanita kelahiran Hilifalago, Nias, 16 Juni 1999. Kepada majalahspektrum.com Fernis yang merupakan anak yatim, anak kedua dari 3 bersaudara ini mengatakan bahwa semua yang diraihnya merupakan anugerah Tuhan Yesus dan akan dikembalikan dalam pelayanan pengabdiannya di tengah masyarakat pedesaan, baik sebagai gembala (Pendeta /misionaris) juga sebagai guru di PAUD, TK dan SD untuk kemuliaan Tuhan.

“Saya sudah ada penempatan tugas di gereja GKSI yang ada di desa dengan membuka PAUD,” kata Fernis yang lulus dengan skripsi berjudul; “Peran Guru PAK dalam Mengatasi Sinkristisme Jemaat di GKSI Sayu Kapuas, Sanggau, Kalimantan Barat” ini

Berhasil sebagai lulusan terbaik, Fernis oleh pihak kampus dihadiahi buket bunga yang dirangkai dengan sejumlah pecahan uang kertas rupiah yang bernilai jutaan rupiah. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan