Semarak HSKI 2026, Setelah Doa Serentak, MPK Gelar Revival Worship Serentak di 10 Kota

Jakarta, majalahspektrum.com- SETELAH Doa serentak Sekolah Kristen se-Indonesia pada, Senin (19/01/2026), Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia menggelar Revival Worship (Kebangunan Rohani) serentak di 10 kota di Indonesia, Selasa (20/01/2026). Rangkaian kegiatan itu digelar dalam rangka perayaan Hari Sekolah Kristen Indonesia (HSKI).

MPK Indonesia menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan HSKI nasional itu sebagai bentuk komitmen terhadap transformasi pendidikan Kristen yang berkualitas, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani.

HSKI dicanangan pertama kalinya secara resmi pada, 17 Januari 2024 di pelataran Kompleks Museum Benyamin Sueb bekas kediaman Cornelis Senen, Pendiri Sekolah modern kristen pertama di Indonesia Tahun 1635.

Baca Juga : ( Sejarah dan Latarbelakang Dicanangkannya Hari Sekolah Kristen Indonesia )

Peringatan HSKI 2026 mengusung tema “Menanam Iman, Menumbuhkan Masa Depan”. Acara Revival Worship, yang merupakan puncak acara HSKI 2026, diharapkan menjadi momentum kebangunan rohani bagi ribuan siswa, guru, dan pemimpin sekolah Kristen di tanah air.

“Fokus kegiatan HSKI adalah berdoa bagi sekolah kristen untuk menjadi berkat bagi bangsa dan dunia dengan pendidikan yang berkualutas,” kata Ketum MPK yang juga penggagas HSKI, Handi Irawan D, M.BA, M.Com.

Ketum MPK, Penggagas HSKI, Handi Irawan didampingi Sekum dan Pengurus lainnya saat diwawancara Wartawan

Baca Juga : ( Sekolah Kristen se-Indonesia Berdoa Serentak dengan 7 Pokok Doa )

Di Jakarta, Revival Worship digelar di GKY Mangga Besar, Selasa (20/01/2026) pukul 09.00-11.00 WIB, dihadiri 2.500 siswa dan guru dari berbagai sekolah kristen yang ada di Jakarta, Bekasi, Depok dan Prov. Banten.

Dalam khotbahnya yang mengambil Nats Injil, Yohanes 12:24 (“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah”). G.I. Andrey Thunggal (GKY) mengajak Guru, khususnya siswa kristen untuk menanam benih untuk berbuah. untuk menghasilkan buah dibutuhkan pengorbanan.

“Gereja melalui benih pendidikan untuk menjadi berkat. Pendidikan karakter lebih penting daripada pendidikan pengetahuan. Pendidikan adalah benih untuk masa depan Anak-anak,” kata GI Andrey.

Andrey mencontohkan sekolah top dunia seperti; Harvard, Cambrige, Oxford dll, didirikan dengan mengutamakan pendidikan karakter berdasarkan firman Tuhan. Ia juga mencontohkan tokoh inspiratif dunia, Nelson Mandela yang sejak usia 7 tahun diserahkan ibunya ke sekolah misionary di Afrika Selatan.

“Sekolah, Pendidikan Kristen harus menjadi Berkat, jadi Garam dan Terang di tengah dunia yang gelap,” ujarnya.

Hadir dalam Revival Worship Jakarta itu, tokoh muda inspiratif, kakak beradik Jehian danJerome Polin yang dikenal luas di kalangan pelajar dan mahasiswa. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat relevansi iman dalam konteks kehidupan generasi Z.

Dalam kesaksiannya, Jerome Polin mengisahkan perjalanan pendidikannya hingga meraih sukses. Youtuber dengan 10 juta subcriber melalui konten belajar bahasa Jepang dan Matematika itu mengaku awalnya kurang suka pelajaran matematika. namun demi tujuan melanjutkan studi ke Luar Negeri dengan Bea Siswa (Gratis) ia belajar sangat keras hingga berhasil di Olimpiade Matematika dan kuliah di Jepang.

“Saya beruntung dibimbing karakternya di sekolah kristen dari SD hingga SMP. Papa saya yang seorang pendeta membebaskan saya untuk melakukab apa saja asal tidak melanggar firman Tuhan dan melanggar hukum,” kata Jerome yang bersama Jehian masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia pada April 2021 lalu.

Jehian dan Jerome Polin Sijabat saat membagikan kesaksian di Revival Worship Jakarta, GKY Mangga Besar

Dalam sambutannya. Ketua Panitia Nasional HSKI 2926, yang juga Acara Ketua MPK Wilayah Jabodetabeken, Wiseno Benny Murtono mengatakan bahwa acara ini sesuai visi MPK Indonesia.

“Menjadi lembaga yang mempercepat proses transformasi sekolah Kristen yang mampu menghasilkan lulusan siswa yang unggul, adaptif, mampu memimpin, pemberi dampak positif, dan berkarakter Kristiani.” kata Benny.

Adapun 9 Kota lainnya selain Jakarta yang menggelar Revival Worship ini adalah; Kota Surabaya, di GMS Cempaka, dihadiri 1.000 siswa kristen, dilayani oleh Pdt. Hatta Halimas, Kota Kupang di Auditorium Harper Hotel & Convention, Kupang. dihadiri 1.000 siswa dan Pelayan FT : Pendeta Ady W F Ndiy, S.Th., M.Th. dari GKIN (Gereja Kristen Injili Nusantara).

Lalu di kota Manado dihadiri 1.200 siswa berlokasi di Yayasan Eben Haezer dilayani oleh Pdt. Calvin Bangun (MRII), di Kota Medan memakai tempat GBI Rumah Persembahan, dihadiri 1.000 siswa dan dilayani firman Tuhan oleh Pdt Bambang Jonan (GBI), di kota Bandung bertempat di Univ Maranatha, 1.000 siswa, Pelayan FT : Ps. Andre Tjhin ( IFGF Bandung). Kota Palembang di

Sport Hall Sekolah Palembang Harapan, Pelayan Firman Tuhan: G.I. Richard Martin Tandingan (GKY Palembang) dihaduri 1000 siswa.

Kemudian di kota Pematang Siantar memakai tempat Chapel SLA/Univ. Surya Nusantara Advent Pematangsiantar, dihadiri 1.200 siswa dan dilayani oleh Pdt. Pimpinan Brades Sijabat, MA (HKI Missional), Kota Malang di STT SAAT, 1.500 siswa, dilayani Pdt. Hermanto, M.Th. (SAAT-Malang) dan kesepuluh di Kota Tana Toraja memakai tempat SMA Kristen Rantepao, dihadiri 2.500 siswa dilayani oleh Pdt Dr Alfred YR Anggui, M.Th. (Ketua Sinode Gereja Toraja).

2.500 Siswa dari berbagai Sekolah Kristen se-Jabodetabek dgn Pengurus MPK di Rivival Worship Jakarta

Melalui HSKI dan Revival Worship 2026, MPK Indonesia menegaskan komitmennya untuk: Memperkuat identitas spiritual sekolah-sekolah Kristen, Mendorong kolaborasi antarsekolah, gereja, dan pemangku kepentingan pendidikan, Menjadi agen transformasi bagi sekolah-sekolah Kristen, khususnya yang berada di tier D dan E dan Menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan kasih dalam pendidikan nasional.

Dengan semboyan “Fructus in Altum”, MPK Indonesia mengajak seluruh komunitas pendidikan Kristen di Indonesia untuk merawat, memupuk, dan memanen bersama buah-buah iman, ilmu, dan kasih bagi generasi masa depan. (ARP)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*