Reborn, Panorama Ministry Luncurkan Layanan “Harga Jujur”?

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

 

Jakarta, majalahspektrum.com – DI bawah naungan Panorama JTB Tours Indonesia, agen perjalanan rohani, Panorama Ministry terlahir kembali (Reborn) dengan misi untuk menjadi travel partner bagi para jemaat dari berbagai ragam Agama (Kristen, Islam, Buddhist dan Hindu).

“Panorama Ministry menyediakan layanan dengan Harga Jujur “All Inclusive” yang menyediakan seluruh kebutuhan perjalanan rohani termasuk tiket, Visa, airlinestax, tipping, Tour Leader, Pembimbing Rohani, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya,” kata General Manager Panorama Ministry, Ellen Purnawan di sebuah restoran kawasan jalan Sabang, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Produk terbaru Panorama Ministry yang menyediakan “Harga Jujur” adalah Paket Holyland Jerusalem (PHJ). Paket terbaru ini akan melayani jemaat sampai dengan 11 hari dengan destinasi-destinasi pilihan seperti Cairo, St. Catherine, Sinai, Tiberias, hingga Bethlehem dan Jerusalem.

Menurut Ellen, sesungguhnya misi Pelayanan ini telah hadir sejak tahun 1995, yang didirikan langsung oleh founder Panorama Group, Adhi Tirtawisata. Pada 12 Oktober 2018, Panorama Ministry yang terdaftar secara resmi sebagai PT Misi Pelayanan Mandiri, “terlahir kembali” dengan gagasan, ide-ide, dan destinasi terbaru sebut saja Lourdes, Bhutan, Srilanka, Bangkok, India, dan Vietnam.

Dengan semangat baru, Panorama Ministry melihat 2020 sebagai momentum untuk mengembangkan perusahaan semakin luas lagi.

“Tentunya di tahun 2020, kami akan semakin berusaha untuk meningkatkan marketshare dengan beberapa titik fokus. Beberapa diantaranya, kami akan meningkatkan pelayanan dan menambah fasilitas agar jemaat semakin nyaman,” terang Ellen.

“Karena menurut kami wujud dari pelayanan sepenuh hati adalah hadirnya kenyamanan bagi jemaat, agar dapat beribadah dengan tenang dan tercapainya tujuan Ibadah bagi setiap umat,” tambahnya.

Menurut Ellen, dengan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil dimana kelas menengah sudah menempatkan leisure atau wisata bukan lagi sebagai lifestyle melainkan kebutuhan keluarga, maka ceruk pasar untuk produk yang tematik juga semakin terbuka. Salah satunya adalah perjalanan rohani, dimana berziarah bukan hanya untuk kebutuhan religius namun dapat dikombinasikan dengan wisata tanpa kehilangan esensi spiritualnya.

“Pasar perjalanan rohani di Indonesia pun saat ini semakin sadar bahwa dalam memilih agen perjalanan rohani tidak bisa sembarangan hanya berdasarkan faktor harga yang murah, namun keamanan dan kepastian (bonafiditas) dari agen perjalanan penyelenggara.” Tutupnya. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan