Terkait Virus Corona, “Jangan Selalu Salahkan Pemerintah”

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – TERKAIT isu Corona virus disease (Covid-19) yang telah masuk ke Indonesia, SEKRETARIS Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Badan Interaksi Sosial Masyarakat (Sekjend DPP BISMA) yang juga Mediator resmi negara, Dr, John Palinggi mengimbau masyarakat untuk jangan selalu menyalahkan pemerintah.

Seperti diberitakan, secara resmi Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa telah ada 2 warga negara Indonesia di Depok positif terjangkit virus corona. Terkait hal itu, banyak warga yang menyalahkan pemerintah masuknya virus tersebut ke Indonesia.

Menurut John Palinggi, upaya pemerintah dalam mengantisipasi masuknya virus corona ke Indonesia sudah sangat baik. Pasalnya, sejak diketemukannya virus ini di daerah Wuhan, China dan sudah melanda 73 negara (data terkini, 3 Maret 2020), baru kali ini ada warga Indonesia yang positif terjangkit virus tersebut, dan hanya 2 orang warga.

“Jangan selalu menyalahkan pemerintah, lebih baik jaga kewaspadaan diri dan keluarga. Sejauh yang saya lihat, pemerintah kita sudah sangat bagus dan telaten dalam upaya mengantisipasi wabah virus ini yang telah melanda negara-negara di dunia masuk ke Indonesia.” Kata John di kantornya, Menara Mandiri, Menteng, Jakarta, Senin (2/2/2020).

Beberapa contoh antisipatif masyarakat agar terhindar dari penularan virus corona menurut John adalah dengan menjaga kebugaran dal imun tubuh.

“Makan ikan dan sayur yang segar, minum air yang dimasak, cuci tangan sebelum makan dan sehabis beraktifitas di luar rumah dan hindari bersalaman dan cium pipi yang merupakan kebiasaan kita,” imbau pengusaha sukses, Ketua Asosiasi Rekanan Pengadaan barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini.

Baca Juga: ( Telah Uji Klinis, Ini Obat Virus Corona )

Terkait masih maraknya wisatawan asing dari Korea, Jepang, China dan Australia datang ke Bali, John berharap pemerintah melalui pihak terkait semakin meningkatkan kewaspadaannya.

“Tindakan antisipatif pemerintah seperti kepada WNI dari Wuhan ditransitkan di Natuna dan dari kapal pesiar ke pulau Seribu, Jakarta adalah contoh konkrit betapa telaten dan seriusnya pemerintah menangani upaya pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia. Berharap upaya itu juga diterapkan di Bali, bahkan lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Terkait adanya isu liar yang mengatakan bahwa virus corona adalah senjata biologi yang sengaja diciptakan dan sedang diuji coba, John mengatakan bisa saja hal itu benar adanya. Pasalnya, menurut dia, ada lima tingkatan perang antar negara di dunia saat ini yakni; dimulai dari perang psikologis, perang dagang, perang mata uang, perang senjata biologi dan perang sesungguhnya (menggunakan senjata).

“Saya tidak sedang menduga dan bukan kapasitas saya menilai itu. Tapi dari pemikiran saya mungkin saja hal itu terjadi (perang biologi). Seperti kita lihat senjata baru diuji coba di area yang tengah terjadi perang, bisa juga virus corona ini adalah senjata biologi yang tengah diuji coba,” terang John yang juga konsultan keamanan dan dosen Lemhanas ini.

Melihat wabah virus corona secara rohani, menurut John, hal ini sebagai salah satu pesan Tuhan bagaimana kita manusia melihat ketidak berdayaan kita sesungguhnya. Perlindungan dan pertolongan kita adalah kepada Tuhan.

“Jangan lupa, orang yang menjaga kesehatannya jangan meninggalkan Tuhan. Dalam kehidupannya. Bersandarlah kepada Tuhan sebagai Batu Karang yang teguh,” harapnya.

Dengan peristiwa wabaha virus corona ini juga, lanjut John, bisa dijadikan sebagai evaluasi diri, apakah ada hal yang kita sembunyikan yang menyusahkan sesama manusia dan Tuhan. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan