Tantangan dan Sikap Kita Terhadap Resesi Dampak Konflik Timteng Menurut John Palinggi

Jakarta, majalahspektrum.com – KONFLIK Timur Tengah (Timteng) antara Iran VS Israel-USA kini tengah meluas melibatkan beberapa negara Timteng seperti; Arab Saudi, Bahrain, UAE, Qatar dan lainnya.

Iran memberikan ancaman signifikan di kawasan teluk Persia, khususnya selat Hormuz. Akibat tindakan Iran tersebut, kapal tanker dan kapal pengangkut logistik tak berani berlayar melewati teluk Hormuz, beberapa kapal telah dibom Iran, yang membuat pasokan 20 persen minyak dunia terhambat dan jalur distribusi logistik terganggu.

Akibat tindakan Iran tersebut, beberapa negara teluk terganggu dan menanggung kerugian. kini mereka tengah bersiap turut memberikan tekanan kepada Iran, bahkan siap melakukam serangan militer.

Situasi konflik Timteng yang semakin tegang tersebut menimbulkan dampak resesi ekonomi global. Banyak negara dunia telah mengalami resesi ekonomi. Indonesia pun tak luput menghadapi itu. inilah tantangan yang dihadapi Indonesia sekarang ini, lalu bagaimana pemerintah dan rakyat Indonesia harus bersikap?.

Pengamat ekonomi dan sosial kemasyarakatan, Dr, John N Palinggi, MM, M.BA mengatakan, pemerintah dibawah pimpinan Presiden Prabowo harus lebih tegas terhadap penggunaan uang negara. Sudah saatnya Sungguh-sungguh tegas memeriksa penggunaan keuangan negara di Kemrnterian dan Lembaga pun BUMN.

“Di Singgapura harga BBM sudah 56 ribu Rupiah per Liter, di Philipina orang sudah memilih jalan kaki. Di Indonesia sekarang ini BBM masih harga normal, namun pemerintah pasti nanti akan menaikannya karena kebutuhan BBM kita masih banyak impor,” kata John Palinggi, Jumat (27/03/2026) di Jakarta.

Menaikan harga BBM oleh pemerintah adalah hal yang wajar di kondisi saat ini, subsidi BBM ke masyarakat harus dikurangi. Selain itu, pengetatan penggunaan uang negara harus dilakukan.

“Periksa itu segala hutang luar negeri yang menjadi beban negara, baik hutang LN oleh Kementerian, BUMN pun Perusahaan Swasta. Upaya korupsi harus diperketat dan ditindak tegas,” tukas John.

Menurut Ketua Umum Assosiasi Rekanan dan Pengadaan Barang Indonesia (ARDIN) ini, setiap tahun negara mengalamj kerugian 252 Triliun Rupiah. Salahsatunya akibat penyelewengan anggaran, banyak proyek dan pengadaan barang tanpa tender karena ada Korupsi, kolusi dan Nepotisme. Banyak kualitas proyek infrastruktur yang mengada-ngada dan tidak berkualitas.

“Di luar negeri jalan tak rusak selama 10 Tahun, di Indonesia jalan tak sampai setahun sudah rusak. bahkan ada jalan sengaja dibongkar-bongkar dirusak lalu diperbaiki lagi supaya ada proyek,” terang John.

John juga merasa miris dengan keberadaan Orang-orang yang mengaku sebagai pakar atau ahli berbicara di medsos, media TV dan lainnya yang ujungnya menjelek-jelekan pemerintah, khususnya terhadap Presiden Prabowo. menurutnya, mereka ini memanfaatkan situasi konflik Timteng untuk cari panggung dan menyerang pemerintah, khusunya kepada Presiden Prabowo.

“Orang Hukum kok bicara perang, anak muda bicara perang Timteng emangnya punya pengalaman apa?, ada lagi seorang ibu ngaku pakar pengamat militer yang sejak pak Prabowo jadi Menhan sudah dia serang, menjelek-jelekan Presiden Prabowo, ibu itu ngaku-ngaku dekat dengan KGB, CIA dan lain-lainnya, menurut saya sih kayaknya bisnis suplai senjata dia terganggu tidak dipakai lagi,” ungkap John.

Kepada masyarakat Indonesia John mengimbau untuk tenang dan berpikir jernih. Mencari solusi dari krisis ekonomi bagi keluarga adalah pilihan terbaik.

“Beri kepercayaan kepada pemerintah mengatasi itu. dukung upaya pemerintah jangan banyak mengeluh apalagi caci maki kepada pemerintah. beri ketenangan, jangan provokatif dan terprovokasi dengan informasi di media sosial dan lainnya,” imbau John.

Lagipula, kata John, hidup itu tidak selalu mulus, tak orang yang tidak mengalami kendala dan masalah. Justru di saat kita mengalami masalah atau tantangan itulah kualitas kita diuji.

“Mungkin dengan timbulnya masalah krisis ini mengembalikan kita untuk ingat menghadap Tuhan sang penguasa dunia. kita juga diingatkan untuk mempererat persaudaraan dan saling tolong menolong antar sesama anak bangsa tanpa melihat perbedaan agama, suku dan ras,” ajak John.

“Jangan berhenti berpengharapan kepada Tuhan, jangan hanya bisa mengeluh, bersungut-sungut dan tak berbuat apa-apa, cara terbaik dalam menghadapi masalah,” tutup John mengimbau. (ARP)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*