76 Tahun MPK, Peluang dan Tantangan “Fructus In Altum” Transformasi Sekolah Kristen

Jakarta, majalahspektrum.com – MAJELIS Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia merayakan Ulang Tahunnya yang ke-76 pada, Jumat, 5 Juni 2026, di Gedung Gereja GKI Bungur, Jakarta Pusat. HUT mengambil tema; “Fructus In Altum” (Terus Bertumbuh Menghasilkan Buah) – Transformasi Sekolah Kristen

Perayaan HUT 76 MPK diawali dengan seminar menghadirkan 2 pembicara yakni; anggota Dewan Pendidikan Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, yang juga Ketum MPK, Handi Irawan D., MBA., M.Com. dengan tema; “Masa Depan Sekolah Kristen di 2030, Membaik atau Memburuk?”. dilanjutkan dengan Pemateri kedua; Ketua Sinode Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Y. R. Anggui, M.Th. bertajuk; “Strategi dan Roadmap Transformasi Sekolah YPKT Gereja Toraja”.

Handi Irawan dalam paparannya tentang Proyeksi & Analisis Tren Sekolah Kristen di Masa Mendatang (Tahun 2030) mengatakan ada 7 poin gambaran tren sekolah kristen masa mendatang yang dapat menjadi acuan tantangan dan peluang transformasi sekolah kristen kedepan. Ketujuh poin tersebut yakni; Pertama, Sekolah Kristen Kategori A dan A+ akan semakin baik.

Kedua, Sekolah kategori D dan E akan terus mengalami penurunan dan sebagian akan tutup.

Ketiga, Sekolah Kristen milik Gereja akan lebih banyak yang menurun; milik pengusaha akan lebih baik.

Keempat, Jumlah PAUD Kristen akan bertambah dan jumlah SMK Kristen akan menurun. “Puji Tuhan, MPK telah membanguni 1.000 PAUD Kristen di Indonesia,” ujar Handi.

Kelima, Jumlah murid Kristen yang sekolah di Sekolah Kristen akan mengalami penurunan karena memilih sekolah negeri atau swasta lainnya. “Ada 4 juta jiwa anak kristen, namun yang bersekolah di sekolah kristen anggota MPK kurang dari 1 juta anak sekolah,” papar Handi.

Keenam, Sekolah Kristen akan semakin sulit mencari guru Kristen berkualitas. Sebagian guru berkualitas pindah atau guru Kristen baru juga berkurang. “Guru Kristen berkualitas menurun sementara Guru agama kristen berlebih karena banyaknya lulusan S.PAK dari STT, Ada 383 STT di Indonesia. Kita butuh guru kristen berkualitas bukan kuantitas,” terang Handi.

Ketujuh, Sekolah Kristen akan mengalami tantangan dalam penyediaan guru agama lain.

Dewan Pendidikan Nasional Kemendikdasmen RI yang juga Ketum MPK Indonesia. Handi Irawan D

Bertajuk “Strategi dan Roadmap Transformasi Sekolah YPKT Gereja Toraja”. pematik Kedua, Pdt, Dr, Alfred Anggui memaparkan bagaimana upayanya mentransformasi beberapa sekolah kristen di Toraja dan rencana berikutnya mentransformasi sekolah kristen lainnya di Toraja.

“Awalnya dibangun kesamaan Visi dan kemauan Kepala Sekolah untuk melakukan perubahan. Cari guru berkualitas, pensiunan dari sekolah berkualitas kita ajak gabung, Sebagian gaji guru yang kita transformasi awalnya dinaikan gajinya yang bersumber dari kas (subsidi) sinode gereja, lalu kita promosikan bahwa sekolah yang ingin kita transformasi akan seperti sekolah kristen lentera atau Penabur, tidak kalah dari sekolah kristen yang ada di Jakarta,” papar Pdt, Alfred.

Ketua Sinode Gereja Toraja Indonesia, Pdt, Dr, Alfred Anggui

Usai seminar acara HUT 76 Tahun MPK dilanjutkan dengan Ibadah Syukur. Dalam Khotbahnya di Ibadah syukur, Pdt, Cordelia Gunawan, M.Th mengajak semua pihak di MPK dan umat kristiani lainnya yang peduli pendidikan kristen untuk turut ambil bagian dalam karya Allah MENTRANSFORMASI sekolah Kristen di Indonesia.

Mengambil nats Injil dari Markus 2 ayat 1-12, Pdt Cordella mengibaratkan sekolah kristen seperti orang sakit lumpuh itu yang perlu bantuan orang lain yang peduli untuk sembuh, disembuhkan oleh Yesus.

“Awalnya ada orang yang yakin si sakit dapat sembuh, lalu dibutuhkan kemauan si sakit untuk sembuh, orang lain yang membantu penyembuhkan hingga Tuhan Yesus menyembuhkan, demikianlah juga sekolah kristen yang tengah saki,” terang Pdt, Cordella.

Menurut Pdt, Cordella, sesuatu yang luarbiasa dimulai dari seseorang yang tidak pantang menyerah. ia lalu mencontohkan kisah pelari wanita peraih 3 medali emas olimpiade asal Amerika (USA), Wilma Rudolph.

“Sejak kecil Wilma mrnderira sakit polio parah. namun ibunya berkeyakinan Wilma dapat sembuh dan bisa berprestasi, ditambah keyakinan kuat dari Wilma sendiri untuk sembuh dan bisa berprestasi seperti orang normal jadilah ia menorehkan prestasi yang bersejarah,” kisah Pdt, Cordella.

Lagi kata Pdt, Cordella, masa depan pendidikan Kristen di Indonesia harus dibentuk oleh hati yang penuh “Compassion” (kemampuan memahami penderitaan orang lain disertai dorongan dan tindakan nyata untuk menolong atau membantu), tangan yang saling menggenggam dalam “Collaboration” (Kerjasama kolektif), dan pikiran yang terbuka pada “Creativity” (Kreatifitas).

Tamu Istimewa dr Sekolah Kristen Internasional, Madam Janet Neeson

Perayaan HUT 76 Tahun MPK dihadiri pengurus MPK Pusat dan Wilayah, para Pengurus Yayasan, Koordinator Sekolah Kristen, Pimpinan Sinode Gereja dan Universitas Kristen atau Sekolah Tinggi Theologia, Lembaga Pelayanan Kristen dan Pemerhati Pendidikan.

Turut hadir dan memberikan sepatah-dua kata Direktur Pendidikan Kristen Dirjend Bimas Kristen Kemenag RI, Dr, Sowarsono dan tamu istimewa Madam Dr, Janet Neeson dari sebuah Yayasan Sekolah Kristen Internasional berpusat di Jerman. (ARP)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*