STTIJA Wisuda Mahasiswa “Angkatan Corona” A dan B, Semuanya Sudah Terserap Kerja

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – SITUASI dan kondisi pandemi virus Corona (COVID-19) yang melanda Indonesia dan dunia tak mengurangi semangat 30-an mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Injili Jakarta (STTIJA) untuk menyelesaikan kuliahnya. Pada Senin, 30 November 2020, mereka diwisuda dengan gelar Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd).

Karena dalam situasi pandemic corona, oleh senat kampus mereka disebut sebagai “Angkatan Corona” A dan B. STTIJA sendiri memiliki 2 lokasi kampus lengkap dengan asrama mahasiswa yaitu kampus “A” yang terletak di Jalan Kerja Bakti, Kp.Makasar, Jakarta Timur (Kantor Pusat sinode gereja GKSI) dan kampus “B” di Boston Square, Taman Mini, Jakarta Timur (Jaktim).

STTIJA adalah lembag pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Kasih Setia Indonesia yang juga merupakan bagian dari sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI).

Acara wisuda mahasiswa Angkatan Corona A dan B STTIJA berlangsung di gedung Aula kantor sinode GKSI, Jl. Kerja Bakti, Kp.Makasar, Jaktim. Sebelum acara dimulai, kepada seluruh mahasiswa yang akan diwisuda dan para undangan lain diwajibkan mengikuti Rapid test. Acara baru dimulai pada pukul 10:30 WIB.

Menurut Ketua STTIJA, Willem Frans Ansanay, S.H, M.Pd, orangtua /wali mahasiswa tidak diperkenankan hadir di lokasi wisuda. Hal itu disebabkan kapasitas gedung yang tidak mencukupi karena untuk mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah terkait jaga jarak.

“Mohon maaf kepada orangtua dan keluarga wisudawan dan wisudawati yang tidak diperkenankan menghadiri secara langsung acara wisuda putra-putri kalian, hal ini karena situasi kondisi pandemi saat ini,” kata Frans dalam sambutannya sekaligus membuka sidang senat terbuka wisuda STTIJA.

Namun demikian, kepada orangtua /wali dan keluarga mahasiswa/I dapat mengikuti acara wisuda tersebut secara webinar melalui aplikasi zoom meeting. Bukan cuman kepada orangtua /wali dan keluarga wisudawan, acara wisuda online webinar juga diikuti para undangan lain dari seluruh wilayah Indonesia.

“Terima kasih kepada orangtua yang telah mempercayakan pendidikan tinggi putra putrinya di STTIJA. Kepada wisudawan, saya berharap kalian sudah menyiapkan diri memasuki dunia luar kampus dan mampu melihat peluang di daerah dimana kalian diutus,” kata Frans.

Lanjut Frans, pembelajaran di STTIJA telah mengikuti standar BAN-PT dan sudah mampu memanfaatkan teknologi digital, yang memang dibutuhkan ditengah kondisi pandemic corona saat ini. STTIJA sudah mendapat izin dan terdaftar di Kementerian Agama RI.

“Sistim pembelajaran di STTIJA 40 persen teori, selebihnya praktek.  Semua alumnus yang diwisuda hari ini seluruhnya telah terserap kerja disebar ke gereja-gereja GKSI yang ada di seluruh Indonesia,” terang Frans.

Kedepan, kata Frans, STTIJA akan terus mengembangkan diri dan meningkatan kualitas SDM pengajar serta sarana prasana pendukung dari yang ada saat ini.

“Keinginan itu telah kita mulai dengan langkah awal telah membentuk unit penjamin mutu internal. Kita juga akan menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna mendukung pembelajaran mahasiswa yang ada di kedua kampus kita,” jelasnya.

Kepada wisudawan yang akan menjadi alumni, Frans berharap agar mereka tetap menjalin hubungan dengan almamater, menjaga nama baik almamater dan membina adik-adik kelas mereka.

Sementara, mewakili mahasiswa yang akan diwisuda, Ito Azaria SS mengungkapkan terima kasih kepada seluruh pengajar (dosen) dan Pembina di STTIJA yang telah mendidik dan menyayangi mereka sehingga mereka merasa layak menjadi hamba Tuhan yang hidup mengandalkan Tuhan.

“Selama ini kami disayangi diajarkan cinta kasih persaudaraan dan kekeluargaan serta saling tolong menolong sesama mahasiswa di asrama. Terima kasih karena kami anak daerah diberi kesempatan untuk belajar hingga menjadi sarjana,” ungkapnya.

Diwisuda saat ini, kata Ito melanjtkan, bukanlah akhir dari tanggungjawab mereka, ada tugas ke depan sebagai hanba Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Sebagai generasi muda, Ito sadar bahwa mereka adalah pilar-pilar gereja di masa depan.

“Kami memohon maaf kepada semua dosen dan Pembina selama menjalani pendidikan dan berasrama di STTIJA. Kepada rekan-rekan mahasiswa yang diwisuda hari ini, pun adik-adik kelas, pesan untuk kita semua seperti yang tertulis dalam 1 Timotius 4:12  (“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”).

Turut hadir menyaksikan acara wisuda tersebut mitra STTIJA, ketua STT Pondok Anggur, Pdt, Yohanis Henukh dan Ketua Yayasan Kasih Setia Indonesia yang juga Ketua sinode GKSI, Pdt, Marjio, M.Th. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan