Umat Kristiani Peringati HUT RI Dengan MKDN, Salahsatunya Soal Merdeka dari Penjajahan Bangsa Sendiri

Jakarta, majalahspektrum.com – MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-81, umat Kristiani se-Indonesia menggelar Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN).

Acara yang akan digelar pada, Senin, 17 Agustus 2026 serempak di seluruh Kabupaten-Kota Indonesia itu diinisiasi oleh 8 aras Gereja Nasional, Bersama Jaringan Doa Nasional, Full Gospel & FGBMFI.

Mengangkat Tema: “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga, mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2 Tawarikh 7:14), salahsatu pokok doa MKDN adalah Indonesia bebas merdeka dari penjajahan bangsa sendiri.

Krisis ekonomi – Keuangan, Korupsi yang makin menggila, kebebasan beribadah, Politik dan perampasan hak asasi rakyat oleh negara menjadi fokus pokok Doa MKDN.

“Kita menyembah Tuhan karena kita punya Tuhan untuk menyelesaikan masalah di Indonesia,” kata Pengarah dan Fasilitator Nasional dari Menara Doa Kota Nasional, Pdt, Dr, Tony Mulia.

Mengusung subtema “Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia,” MKDN mengajak seluruh Sinode, Gereja, komunitas doa, dan umat percaya untuk memperkuat komitmen hidup dalam satu hati, satu iman, satu pengharapan, dan satu tubuh di dalam keesaan.

“Gerakan ini diharapkan semakin mempererat kesatuan Gereja Indonesia serta mendorong kepedulian terhadap kehidupan rohani, sosial, ekonomi, dan masa depan bangsa,” kata Fasilitator Umum JDN, Pdt, Aristarkus Tarigan berharap.

Selain itu, sambung Aristarkus, MKDN mengajak seluruh umat Tuhan untuk mendoakan para pemimpin bangsa agar memimpin dengan hikmat, integritas, keadilan, dan rasa takut akan Tuhan; menjunjung tinggi supremasi hukum; mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat; serta menghadirkan kebijakan yang membawa kesejahteraan, persatuan, dan kemajuan Indonesia.

“Sebagai bagian dari gerakan ini, gereja-gereja di berbagai kota di Indonesia didorong untuk membangun Mezbah Doa dan Penyembahan melalui Indonesia Menyembah 5, sebagai wujud kesatuan Gereja,” ujar Aristarkus.

Sementara itu, Ketua panitia MKDN, Ps. Festy Sarumaha memaparkan, pusat dan puncak acara MKDN digelar di Gedung Sarbini, Jakarta.

“Kapasitas terbatas 1.200 orang, yang hadir adalah para Pendeta jemaat, pimpinan gereja dan organisasi kristen. Tidak ada khotbah hanya berdoa,” kata Ps.Festy di Jakarta kemarin.

Lanjut Ps.Festy, untuk MKDN di Kabupaten /Kota atau Provinsi se- Indonesia diikuti oleh lintas denominasi gereja, mezbah doa komunitas dan keluarga lintas generasi.

“MKDN di Balai Sarbini Jakarta nanti dihadiri oleh Anak-anak yang berdoa. Pujian Penyembahan oleh Ps. Sidney Mohede (JPCC Worship), melalui lagu “Doa Kami bagi Indonesia”, sebuah ungkapan doa bagi bangsa yang mengajak seluruh umat Tuhan bersatu memohon pemulihan, hikmat, dan damai sejahtera bagi Indonesia,” terang Ps.Festy.

Untuk diketahui, 8 aras gereja yang bersatu dalam FUKRI (Forum Umat Kristiani Indonesia) ialah: Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Indonesia (PGBI), Gereja Ortodoks Indonesia (GOI), Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

Melalui Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN), para Pimpinan Aras Gereja, mengundang seluruh sinode, Gereja-gereja, komunitas doa, keluarga, generasi muda, dan seluruh umat percaya untuk mengambil bagian dalam gerakan doa ini. Mari bergandengan tangan dalam kesatuan, meninggikan nama Tuhan Yesus, serta berdoa bagi Indonesia agar mengalami transformasi, pemulihan, keadilan, damai sejahtera, dan pengharapan. (ARP)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*