Apa Pasal?, Data Jumlah Warga Terinfeksi Covid-19 di Jakarta Terasa Janggal

gbi shalom

Jakarta, majalahspektrum.com – JUMLAH warga Jakarta yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 terus bertambah hingga hari ini. Penambahan jumlah korban yang terinfeksi tersebut diiringi juga dengan jumlah pasien yang akhirnya sembuh dan meninggal dunia. Uniknya, terdapat sejumlah kejanggalan data, yang menurut saya sepertinya tidak valid atau update. Apa pasal?.

Dalam situs corona.jakarta.go.id tercatat per- Tanggal 30 Mei 2020, terdapat 7.151 warga Jakarta yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Dari jumlah tersebut sebanyak 2003 orang dinyatakan sembuh dan 519 meninggal dunia.

Mundur, 1 bulan sebelumnya, terdapat 4.139 orang warga di Jakarta tercatat terinfeksi Covid-19. Bila  jumlah pasien positif Corona yang meninggal dan sembuh dijumlah, maka per hari ini (Sabtu, 30 Mei 2020) ada sebanyak 2.522 orang warga Jakarta yang tidak lagi terinfeksi corona.

Jika jumlah pasien yang tidak lagi terinfeksi Covid-19 karena sembuh ataupun meninggal dunia tersebut adalah pasien yang tercatat pada 1 bulan lalu (Kamis, 30 April 2020), yakni sebanyak 4.139, maka terdapat 1.617 orang warga (4.139 – 2.522 = 1.617) yang tidak jelas statusnya. Apakah meninggal dunia atau sembuh. Atau masih dalam perawatan, mungkinkah?.

Baca Juga : ( Hidden Agenda, Rekayasa Korban Corona dan Desakan Lockdown )

Sebelumnya, para peneliti di China telah mempelajari data dari sekitar 191 pasien corona Covid-19, termasuk 54 orang meninggal yang dirawat di Rumah Sakit Jinyintan dan Rumah Sakit Paru Wuhan.

Penelitian terhadap pasien yang masih dalam perawatan dan sudah meninggal itu guna mencari tahu lamanya virus corona Covid-19 bisa bertahan hidup.

Hasilnya, mereka menyimpulkan bahwa RNA virus bisa bertahan hidup di dalam tubuh pasien yang terinfeksi rata-rata 20 hari.  Saat ini mereka yang sudah terinfeksi virus corona Covid-19 telah direkomendasikan untuk tetap dalam isolasi diri selama 14 hari, yakni periode waktu selama masa inkubasi virus corona Covid-19.

“Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa SARS-CoV-2 RNA yang terdeteksi bisa bertahan selama rata-rata 20 hari,” tulis peneliti yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet dikutip dari Fox News.

Sementara, untuk pasien corona yang berhasil sembuh, menurut Analisis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap data dari China mengatakan rata-rata perlu waktu dua pekan untuk sembuh.

Merujuk hasil penelitian tersebut, janggal rasanya data jumlah pasien corona di Jakarta. Padahal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah salah dalam melihat data jumlah kematian di Jakarta sepanjang bulan Maret hingga April 2020, yang menurutnya mengalamai peningkatan pesat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Atas dasar tersebut Anies mencurigai ada yang disembunyikan terkait jumlah orang yang terjangkit Covid-19 di Jakarta.

Kecurigaan Anies terhadap jumlah sebenarnya warga Jakarta yang terinfeksi Covid-19 diungkapkan kepada media asing (Australia). Menurut Anies, dia berkeyakinan sesungguhnya jumlah warga Jakarta yang terinfeksi Corona ada sekitar 40.000 hingga 80.000 jiwa.

Dari fakta tersebut, ternyata bukan cuman anggaran APBD Jakarta yang direkayasa, jumlah warga Jakarta yang terinfeksi Covid-19 pun mau direkayasa. Karena nyatanya, jumlah warga Jakarta terinfeksi Covid-19 yang 1.617 orang saja tidak jelas pertanggunghawabannya alias janggal.

Jika jumlah warga terinfeksi Covid-19 di Jakarta saat ini adalah benar-benar ada, beranikah Anies buka data (transparan) siapa-siapa warga (nama, alamat dan dirawat dimana) yang terinfeksi positif  Covid-19?. Atau bisakah RSUD yang memvonis warga terinfeksi Covid-19 padahal bukan, bisa  dituntut secara hukum (Pidana dan Perdata)?.  Jika berani, kami akan investigasi.

Penulis : Agus Riyanto

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan