Jakarta, majalahspektrum.com – GEREJA Pentakosta di Indonesia (GPdI) adalah salahsatu gereja Pentakosta tertua dan terbessr di Indonesia. Sebagai gereja aliran pentakosta, tentu saja GPdI merayakan secara khusus Hari Pentakosta (Turunnya Roh Kudus) setelah Kenaikan Yesus ke surga. maknanya, Kenaikan Yesus (Allah Anak) digantikan perannya terhadap manusia dengan Allah Roh Kudus.
“Tentu kita (GPdI) Rayakan secara khusus hari Pentakosta. Ini didasari Injil Kisah Para Rasul 1, yang intinya ada di ayat 8,” kata Ketum Majelis Pusat sinode GPdI (MP GPdI), Pdt, Dr, Johnny Weol, M.Th saat ditemui di kantor pusat Sinode GPdI, Sunter, Jakut, Sabtu (31/5/2025).

Pdt, Johnny Weol memaparkan, ciri khas atau karakteristik GPdI adalah Penginjilan ke Desa-desa pedalaman dengan semangat kuasa Roh Kudus dan mukjizat.
“Dimana ada manusia, injil keselamatan diberitakan. inilah amanat Agung Tuhan Yesus sesaat hendak naik ke surga,” ujar Pdt, Weol.
Lanjut Pdt, Weol. saat ini ada 20.000 sidang Jemaat (gereja) GPdI, tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri. dalam 2 periode kepemimpinanannya sebagai Ketum MP GPdI, Tahun 2017 hingga sekarang, ada 507 gereja sidang jemaat GPdI baru yang dibangun.
Mengenai Pelayan atau hamba Tuhan yang berada di Sidang jemaat baru, kata Pdt, Weol, berasal dari lulusan Sekolah Alkitab dan STT milik GPdI.
“Kita (GPdI) punya Sekolah Alkitab 34 di dalam negeri, 4 di luar negeri; 2 di USA. 1 di Australia dan Malaysia dan 4 STT GPdI. setiap tahunnya menghasilkan lulusan Hamba Tuhan yang siap Pengijilan ke pelosok-pelosok desa 1.000 orang,” jelasnya.
Lebih jauh dipaparkan Pdt, Weol, setiap gereja rintisan hasil penginjilan Hamba Tuhan lulusan itu mendapat suport (dukungan) penuh dari MP GPdI, mulai dari bangun gedung gereja permanen hingga kesejahteraan ekonomi Gembala Sidang /Pendeta Jemaatnya.
“Ada sebuah Yayasan yang membantu bangun gereja. dari tahun 2023 hingga skarang ini saja (periode Kedua kepemimpinan Pdt, Weol) ada 133 gereja yang sudah dibantu pembangunannya 7 pending karena Yayasan itu stop bantuannya karena ada postingan publikasi tentang pelaporan di Polda,” ungkap Pdt, Weol.
“Memang bantuan dari Yayasan itu lebih besar ketimbang dari kas GPdI pusat. namun demikian bantuan MP GPdI ke gereja rintisan dan Gembala sidang tetap jalan semampunya,” tambahnya.
Soal bantuan pembangunan gereja rintisan, lanjut Pdt, Weol. di MP GPdI ada Bidang Pembangunan Gereja Pedesaan.
“Bantuan dari Yayasan itu langsung ke kas Bidang Pembangunan Gereja Pedesaan bukan ke MP GPdI. Bidang itu kita persilahkan pegang kas sendiri dan mereka secara berkala membuat laporan ke MP dan Yayasan,” terang Pdt, Weol. (ARP)


Be the first to comment