Ada Apa Dengan PGI?, Demi bela JK Rela Sambangi Rumah JK Malam-malam

Jakarta, majalahspektrum.com – HAL tak lazim dilakukan oleh Ketua Umum (Ketum) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt, Jacklevyn Manuputty, S.Th, umumnya ketika insan politis ingin bertemu PGI, mereka akan datang ke kantor PGI. Jl, Salemba, No.10. Namun kali ini, PGI lah yang mrndatangi orang berkepentingan ke rumahnya, malam hari pula, ada apa dengan PGI sekarang ini?.

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di benak umat kristiani. Pasalnya, Presiden dan Wapres RI serta Menteri Kabinet aktif saja jika memiliki kepentingan dengan PGI, datang ke Salemba 10, namun kali ini PGI lah yang mendatangi orang berkeoentingan, mantan Wapres yang bikin heboh pula.

Ditemani Sekum, etua Umum (Ketum) PGI datang ke rumah mantan Wapres RI H. Jusuf Kala dirumahnya, Jl. Brawijaya, Menteng, Jakarta, Kamis (23/05/2026) malam. Kedatangan PGI tersebut terkait isu ceramah Ramadhan JK di UGM yang menyinggung doktrin iman Kristiani.

Sebelumnya, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama 16 organisasi kristiani dan ormas membuat pernyataan sikap atas ceramah JK tersebut. Mereka bahkan melaporkan JK ke Polda Metro Jaya dengan pasal penistaan Agama.

Kembali ke PGI yang mendatangi JK. Ketum PGI, Pdt Jacklavyn meminta agar masyarakat tidak termakan pelintiran video yang dipotong tentang ceramah mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) di UGM. Pasalnya, video tersebut dipotong dan dipelintir dari video utuh yang sejatinya menurut dia, pernyataan JK secara utuh itu bisa sangat dipahami.

“Ketika mendengarkan rekaman utuh 43 menit dari Pak Jusuf Kalla, kita bisa memahami karena kita ada di situ dan kita aktor, kita pelaku. Ada pelesetan atau sebenarnya pelintiran, ada kata yang mungkin dalam khazanah teologi tidak terlalu pas ketika bilang di Kristen ada syahid, tetapi itu tidak menggeserkan substansi dari apa yang mau dibilang,” ujarnya usai bertemu JK di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Kamis malam (23/4/2026).

Menurut Ketum PGI, pihaknya bertemu JK terkait situasi dan kekisruhan yang berkembang beberapa waktu ini, khususnya soal video ceramah JK yang viral tersebut. Dalam video itu, JK mengatakan umat kristiani saat peristiwa berdarah Ambon dan Poso membunuh pihak Muslim dengan alasan mati syahid atau martir dan masuk surga. inilah yang dikecam oleh GAMKI dan organ kristen lainnya karena menurut mereka doktrin kristen tidak pernah mengajarkan hal itu. malahan umat kristen fiajarkan untuk mengasihi musuhnya.

Selain itu, umat kristiani terpaksa membunuh pihak mudlim dalam peristiwa Ambon dan Poso dalam rangka membela dan mempertahankan diri, Membunuh atau Dibunuh. Umat kristen tidak pernah berniat duluan ingin membunuh.

Namun Ketum PGI menilai bahwa perkataan ceramah JK di UGM itu hanyalah berupa potongan belaka yang seolah dikemas untuk mengadu domba antarumat bergama

“Saya sendiri sebagai Ketua Umum PGI telah memberikan pandangan saya di minggu-minggu pertama sebelum ini berkembang dan meluas. Karena selain sebagai Ketua Umum PGI, saya orang yang terlibat langsung dalam seluruh fase konflik Maluku, dari hari pertama kejadian sampai hari terakhir,” tukas Jacklevyn. (ARP)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*