Baru Di Era Anies, Siswa SD di Jakarta Belajar Pakai Kursi Plastik Bawa Dari Rumah

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – MUNGKIN baru di era Kepemimpinan Anies Baswedan menjadi Gubernur ada siswa Sekolah Dasar (SD) belajar bawa kursi sendiri dari rumah.

Miris, para anak didik siswa SD Negeri Kalibaru, Jakarta Utara (Jakut) harus mengikuti kegiatan belajar-mengajar pakai kursi plastik. Masih ada Sekolah yang berada di ibukota ini seperti ini. Mirisnya lagi, kursi-kursi plastik tersebut ternyata berasal dari para orang tua murid yang berinisiatif bawa kursi dari rumah masing-masing agar anaknya bisa duduk saat belajar.  

Kepala Sekolah SD Negeri 05 Kalibaru, Jakarta Utara, Wahabi beralasan bahwa gedung sekolah tersebut baru saja direhab total menggunakan tahun anggaran 2018 lalu, akan tetapi rehab gedung tidak dibarengi dengan meubelair yang cukup.

“Sekolah kita anak didik 17 rombongan belajar (rombel) yang ada meubelairnya hanya 10 rombel, jadi kekuranganya 7 rombel. Dari segi ruang kelas sudah mencukupi, tetapi kalau tidak ada bangku kursinya bagaimana anak didik menggunakanya,” Kata Wahabi seperti dikutip dari laman sentananews.com, Kamis (14/2/2019).

Wahabi menambahkan, karena kekurangan itu maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 05 Kalibaru dipararelkan pagi dan sore.

“Karena kekurangan bangku, maka para orang tua anak didik berinisiatif bawa kursi masing-masing dari rumah,” jelasnya.

Terkait hal itu, Satuan Pelaksana (Satpel) Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Kamto mengatakan sekolah-sekolah yang kekurangan bangku atau kursi saat ini sedang didata dan disarankan memakai kursi lama yang masih layak. “Karena pengadaan meubelair kebijakanya ada di Dinas pendidikan,” katanya.

Melalui telepon selulernya, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II, Momon Sulaiman mengatakan bahwa saat rapat pada, Jumat 8 Februari 2019 pihaknya menginstruksikan kepada kepala sekolah melarang meminta siswa bawa kursi dari rumah.

“Kekurangan kursi ditutupi dengan menggunakan kursi lama. Sekolah harus memperbaiki kursi-kursi yang sudah rusak untuk memenuhi kekurangan,” katanya. 

Disinggung mengenai kekurangan meja kursi yang tidak ada sama sekali, Momon mengatakan sedang diusahakan dari sekolah lain. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan