SR XVII PGI – Dihadiahi Kuda Putih, Ini Pesan Presiden Jokowi Kepada Gereja

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Sumba-NTT, majalahspektrum.com – DALAM Sidang Raya ke-XVII Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (SR XVII PGI), Presiden RI, H. Ir Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly berpesan agar gereja turut mempersiapkan diri, khususnya kepada generasi mudanya mampu menghadapi tantangan, sekaligus memanfaatkan peluang di era digital, revolusi industri 4.0 saat ini dan masa yang akan datang.

“Hal ini selaras dengan visi-misi Presiden Jokowi di periode kedua kepemimpinannya yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) warga Infonesia,” kata Menkumham Yasonna saat membacakan pesan pidato Presiden pada acara pembukaan SR XVII PGI di pantai Purukambera, Sumba Timur, NTT, Jumat (8/11/2019).

Gereja, lanjut Yasonna, gereja perlu mendorong generasi mudanya untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan zaman dengan peningkatan ilmu pendidikan.

“Di Era 4.0, Pendidikan semakin penting. Pertanyaannya, sejauhmana gereja telah mempersiapkan jemaat, secara khusus generasi muda, yang unggul di masa depan,” katanya.

Presiden melalui Menkumham juga menyinggung tentang tantangan radikalisme yang kini terjadi di bangsa Indonesia. Sebab itu, Presiden mengajak gereja dan tokoh adat, terus menggelorakan semangat kebersamaan dan gotongroyong. Selain itu, pentingnya menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Secara resmi, Pembukaan Sidang Raya XVII PGI ditandai dengan pemukulan gong oleh Yasona Laoly didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Bupati/Wakil Bupati dari 4 Kabupaten yang ada di Pulau Sumba (Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur), Ketua Sinode GKS serta MPH-PGI. Usai pemukulan gong Yasonna menerima kuda putih khas Sumba sebagai cinderamata kepada Presiden Jokowi yang diberikan oleh panitia.

Baca Juga : ( SR XVII PGI – HKBP Yakin Tidak Ada Pihak Luar Yang Bisa Pengaruhi Pilihan Pimpinan Sinode )

Sementara itu, Dalam sambutannya, Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang menyambut dengan rasa syukur atas kehadiran jemaat GKS yang datang dari berbagai tempat, dan penuh semangat menghadiri acara ini.

“Kehadiran kalian semua dari tempat yang jauh menandakan adanya kesatuan hati kita untuk merayakan pesta iman ini,” ujar Pdt. Ery, panggilan akrabnya.

Baca Juga : ( Apa Pasal, SR XVII PGI Sumba Jadi Pesta Rakyat )

Pembukaan SR XVII PGI berlangsung semarak. Tidak hanya peserta sidang, jemaat dan masyarakat dari 4 Kabupaten di Sumba beribadah bersama-sama, dan menyaksikan acara pembukan yang luar biasa itu meski terik matahari menyengat.

Prosesi pembukaan SR XVII PGI yang diawali ibadah ini, diisi tarian, atraksi seribu kuda, dan fragmen perjuangan masyarakat Sumba mula-mula yang dikolaborasi dengan masuknya Injil ke Tana Humba. Kesemuanya itu membuat decak kagum, dan rasa haru yang luar biasa dari mereka yang hadir.

Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI  Yasonna H. Laoly tiba di Pantai Puru Kambera didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat serta Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. Kedatangan mereka diterima MPH-PGI dan Pimpinan Sinode GKS dengan adat budaya Sumba. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan