Implementasikan Makna Natal, Panitia Natal Nasional Berbagi Kasih dari Lokal Hingga Internasional

Jakarta, majalahspektrum.com – NATAL adalah kabar sukacita keselamatan, sang Kristus yang merupakan Allah yang menjelma sebagai manusia turun ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia dalam belemggu dosa.

Pesan Natal ialah sukacita dan harapan, Kelahiran Yesus membawa kabar baik yang menggembirakan dan menjadi sumber penghiburan serta harapan bagi umat manusia tanpa membedakan status sosial. Natal juga menjadi pengingat untuk menyebarkan kasih dan menciptakan perdamaian di dunia.

Meimplementasikan itu, Panitia Natal Nasional melakukan berbagai aksi kasih Natal mulai dari tingkat lokal hingga internasional.

Diketahui. dalam rangka Perayaan Natal Nasional yang akan digelar pada Januari 2026, Panitia Natal Nasional melakukan aksi kasih Natal kepada korban bencana di wilayah erupsi Semeru Jatim dan banjir bandang Tapanuli Tengah. Aksi ini menyatakan bahwa kegiatan Natal Nasional tidak hanya berfokus pada perayaan ibadah, tetapi juga menghadirkan nilai kasih dan solidaritas dalam bentuk nyata.

“Natal adalah momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan lintas golongan. Ketika ada saudara-saudara kita yang mengalami musibah, kita hadir untuk menegaskan bahwa empati selalu menjadi bagian dari identitas bangsa,” ujar Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (27/11/2025).

Maruarar menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar seperti bahan pangan, perlengkapan sandang, serta barang-barang esensial yang dapat langsung dimanfaatkan oleh warga di titik-titik terdampak. Seluruh bantuan tersebut dihimpun dari kontribusi masyarakat luas, mencerminkan semangat gotong royong yang terus hidup dan menjadi kekuatan sosial Indonesia.

Maruarar menambahkan, pendekatan ini dipilih agar bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan mendesak di lapangan, terutama bagi keluarga yang masih menghadapi tantangan pemulihan pascabencana. Proses verifikasi kebutuhan juga dilakukan secara hati-hati agar penyaluran berjalan efektif dan berfokus pada kelompok paling rentan.

Implementasi Kasih Natal di tingkat internasional, Ketum Panitia Natal Nasional yang juga Menteri Perumahan dan Pemikiman, Maruarar Sirait memutuskan untuk menyalurkan kolekte (persembahan) Perayaan Natal Nasional ke Palestina.

Maruarar Sirait melihat momentum Natal 2025 sebagai ruang untuk menghidupkan kembali nilai dasar kemanusiaan. Menurutnya, kasih tidak pernah mengenal batas; ia melampaui agama, suku, bahkan garis negara. Semangat inilah yang ingin ia bawa keluar dari gedung gereja dan menjangkau mereka yang jauh dari tanah air.

Selain dukungan, Keputusan itu menuai kritik dan kontra, umumnya dari orang yang mengatasnamakan umat kristiani. Ada yang beralasan utamakan ke dalam negeri karena masih banyak warga yang butuh pertolongan, alasan lain, harusnya kolekte Natal yang merupakan perayaan umat kristiani, diperuntukan membantu umat kristiani juga yang butuh bantuan.

Yang paling miris adalah menuding perayaan Natal ditunggangi unsur atau kepentingan politik, menyeret perayaan Natal ke politik.

Bagi saya, Orang-orang yang menuding Panitia Natal Nasional atau Maruarar Sirait sebagai Ketum Panitia mencampur perayaan suci keagamaan ke ranah politik justru dialah yang mencoba menyeret Perayaan Natal ke politik.

Saya malah curiga orang-orang itu adalah politisi. bisa jadi kelompok oposisi yang ingin menjatuhkan pemerintah atau politisi yang ingin menjatuhkan Maruarar Sirait, atau bahkan dari orang luar yang ingin Masyarakat Indonesia kacau tidak damai, menanamkan nilai fanatisme agama untuk memelihara upaya polarisasi di masyarakat.

Upaya mendiskreditkan pemerintah dan khususnya ke Maruarar Sirait sebagai sosok politisi masif dilakukan sampai adanya selebaran ajakan untuk memboikot menghadiri perayaan Natal Nasional hingga ajakan untuk tidak memberikan persembahan (kolekte) di perayaan Natal Nasional nantinya.

Sebagai sosok politisi mantan kader partai besar, Maruarar Sirait tentu memiliki basis masa dan pendukung. Menurut saya inilah yang ingin digerus dari Maruarar Sirait yang juga kesempatan balas dendam sakit hati karena ditinggalkan Maruarar saat genting di Pilpres 2024.

Sebagai seorang kristiani, saya miris melihat ada orang kristiani yang mempersoalkan kasih Natal ke Palestina. Padahal, berkaca pada ajaran Kristus dan tujuan-Nya datang ke dunia adalah menebar kasih kepada seluruh umat manusia tanpa melihat latar belakang status sosial (suku, agama dan ras).

Naif rasanya menyeret perayaan Natal ke ranah politik. Apa pula yang salah bila Kasih Natal menyelimuti politik, bukankah inti pengajaran Yesus Kristus dalah “Kasih” yang menyelamatkan dan memberikan sukacita bagi semua orang, bagi semua aspek kehidupan?.

Kita sebagai pengikut Kristus harusnya memancarkan kasih itu, menjadi “Garam” dan “Terang” bagi dunia, sehingga semua lutut bertelut dan semua lidah mengaku Yesus Kristus Dialah Tuhan. Amin. (RED)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*