Sekum PGI Ajak PERWAMKI Tak Ikut-ikutan Kabarkan Berita Hoax

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – SEKRETARIS Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt, Gomar Gultom, M.Th mengajak para jurnalis yang tergabung dalam Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) untuk tak ikut-ikutan kabarkan berita Hoax.

Hal itu dikatakan dia dalam khotbahnya dalam acara Pengukuhan dan Doa Pengutusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERWAMKI di Graha Bethel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin, (6/5/2019) malam.

“Ada istilah di kalangan media Bad News is a Good News, memberitakan berita negatif demi menaikan rating pembaca. Perwamki menulis suatu berita agar menjadi terang, bukan menjadi penghalang orang lain melihat terang Kristus,” imbaunya.

Menurut Gomar, saat ini media-media umum (mainstream) seringkali memuat berita-berita Hoax. Padahal ada teori yang mengatakan; apabila kebohongan terus menerus diberitakan akan membuatnya menjadi kebenaran.

“Harusnya bila ada berita Hoax diluruskan, diberikan informasi yang benarnya, bukan malah ikut memviralkan. Inilah fungsi pers sebagai bagaian edukasi ke masyarakat. Ancaman nasionalisme saat ini adalah pemberitaan yang kebablasan,” kata calon kuat Ketum PGI ini.

Diungkapkan Gomar, saat ini PGI tengah diserang isu Hoax tentang seolah-olah mengaminkan ketidak jujuran atau kecurangan KPU dan mendukung Paslon Presiden #02.

“Statemen PGI diplintir, kita bilang mendukung Pemilu yang jujur tetapi dimaknai, diberitakan bahwa PGI mengakui kalau KPU tidak jujur dan mendukung opini kubu Capres #02. ‘tuh kan PGI aja bilang KPU tidak jujur’ kata kabar yang beredar,” ungkapnya.

Terkait tema yang diusung dalam acara “Pengukuhan dan Doa Pengutusan DPP Perwamki” yakni;  “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang” (Matius 5:16), Gomar berpesan agar . wartawan Perwamki menjadi terang dan refleksikan terang Kristus buat diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar dan dunia. Kehadiran Perwamki sebagai orang percaya lewat pemberitaannya jangan menghalangi terang Kristus.

“Seorang jurnalis berada dalam pilihan apakah ia akan menjadi terang atau menghalangi terang itu  lewat pemberitaannya,” ujarnya.

Baca juga: ( 3 Cara Menyaring Pemberitaan Yang Baik Menurut Ketum BPH GBI )

Selain itu, Gomar juga mengajak Perwamki untuk berbuat baik dalam pemberitaan tanpa imbalan. Jangan berbuat baik tapi ada itung-itungan untung atau ruginya. Mewaspadai media sosial (Medsos) yang menyebarkan berita bohong atau hoax.

“Kalau ada berita hoax yang sedang viral di Medsos, tugas Perwamki adalah meluruskannya, buat informasi yang benarnya,” harapnya.

Menurut Gomar, keselamatan memang adalah anugerah yang diberikan kepada umat kristiani. Namun, bukan berarti tidak melakukan perbuatan baik karena sudah selamat.

“Kita berbuat baik bukan supaya diselamatkan tetapi agar orang lain melihat karya dan terang Kristus. Dengan demikian akan membuat orang lain mau menerima Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat karena teladan baik yang kita buat,” terangnya.

Baca Juga: (Selain Pengurus DPP, Perwamki Kukuhkan Para Dewan Penasehat Organisasi)

Hadir dalam acara Pengukuhan dan Doa Pengutusan DPP Perwamki tersebut Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Sekum PGLII DKI Jakarta Antonius Natan, Pdt. Mulyadi Sulaiman [PGPI Pusat, Sekum MUKI Mawardin Zega dan pimpinan dan tokoh kristen lainnya. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan