Peletakan Batu Pertama Grha YAKOMA PGI. Panitia Yakin 1 Tahun Selesai

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – UNTUK memaksimalkan pelayanan komunikasi dalam rangka mempersiapkan diri di era Revolusi Industri 4.0, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) berencana membangun kantor keseketariatan baru pusat pelayanan Yayasaan Komunikasi Masyarakat (YAKOMA) PGI di Jl. Cempaka Putih Timur XI No.26, RT.2/RW.7, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum PGI, Pdt, Dr, Henriette Hutabarat Lebang dalam sambutannya di acara peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Yakoma PGI, Jumat (27/9/2019).

“Bangunan sekarang ini sudah tidak layak. Nanti di gedung baru yang akan dibangun ini akan menjadi pusat pelayanan komunikasi PGI dan pusat pelatihan peningkatan SDM pelayanan menyambut era 4.0,” kata Henriette di komplek area Yakoma PGI, Cempaka Putih Timur.

Di area seluas 3.192 m2 itu rencananya akan dibangun gedung 3 lantai yang akan dilengkapi dengan ruang kantor, Aula serba guna, ruang kelas belajar, perpustakaan, studio, dan kamar penginapan. Pembangunan gedung tersebut diperkirakan menelan biaya 20 Miliar Rupiah.

Dikisahkan Pdt, Ery, sapaan akrab Ketum PGI ini, sejak tahun 60an YAKOMA PGI telah berpartisipasi bagi gereja dan masyarakat melalui media komunikasi. Dan dalam perjalanannya, menjadi tempat pertemuan para seniman Kristen untuk menyalurkan  talentanya.

“Sebab itu melalui peletakkan batu pertama ini, yang dengan keyakinan iman, kita bersama-sama berkomitmen untuk meneruskan apa yang telah mereka berikan. Dan ini adalah hari yang dijanjikan Tuhan bagi Gereja-Gereja di Indonesia,” serunya.

Hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut para perwakilan pimpinan sinode-sinode anggota PGI, mitra kerja PGI, perwakilan pemerintah dan panitia pembangunan serta undangan khusus. Hadir pula pengusaha Kristen, yang juga penasehat panitia pembangunan, Ted Sioeng, dan perwakilan dari gereja Nashokili Giawa, Korea.

Dalam kesempatannya, ketua panitia pembangunan, Komjend Pol. (Purn) Insmerda Lebang mengajak seluruh gereja yang tergabung dalam PGI, jemaat dan pihak lain yang ingin terbeban untuk sama-sama mendukung dalam doa dan dana demi terwujudnya rencana tersebut.

“Ini adalah pekerjaan besar dengan misi yang juga besar, dan akan memiliki dampak yang besar pula. Sebab itu sangat dibutuhkan komitmen bersama. Kedua, tempat ini juga punya sejarah panjang, dan memainkan peran serta dampak yang luar biasa, meski dalam kesederhanaan dan keterbatasan. Sejak 1960 sudah digunakan. Ini aset yang luar biasa,” katanya.

Dengan adanya gedung baru YAKOMA PGI, lanjut  Insmerda, diharapkan dapat menjembatani, mengakomodir, dan menolong generasi muda Kristen dalam menghadapi tantangan era revolusi industry 3.0.

“Berdasarkan hal itu, dengan pertolongan Tuhan dan kerjasama kita semua, kami panitia yakin pembangunan Grha YAKOMA PGI akan rampung dalam waktu 1 tahun,” tukasnya.

Keyakinan yang sama dengan Insmerda juga diungkapkan pengusaha Kristen Ted Sioeng. Dalam sambutannya dia mengatakan dengan gotongroyong, dalam satu tahun gedung Grha YAKOMA PGI akan dapat diselesaikan.

“Memang satu satu waktu yang ketat, tapi dalam Tuhan tidak ada yang mustahil. Dan kita sudah melakukan peletakan batu pertama, jadi pembangunan gedung bukan rencana lagi, tetapi sudah harus kita mulai bangun,” katanya.

“Sebenarnya bias saja pembangunan gedung ini saya selesaikan dengan pak Insmerda, tapi tidak aka nada maknanya. Gedung ini menjadi indah bila diselesaikan pembangunannya dengan gotongroyong,” sambungnya.

Untuk diketahui, adapun alasan dan dasar pembangunan Grha YAKOMA PGI adalah menindaklanjuti mandat Sidang Raya ke XVI PGI di Gunung Sitoli, Nias. Mandate tersebut agar YAKOMA PGI melaksanakan kembali tugasnya untuk mewartakan kabar baik melalui berbagai media serta melakukan berbagai program penguatan kapasitas bermedia bagi gereja dan masyarakat.

Namun kondisi bangunan dan peralatan yang semakin canggih tidak terkejar lagi mengingat sudah berpuluh tahun tidak pernah direnovasi dan diperbaharui. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan