Anies Nilai “Jakarta Christmas Festival” Sebagai Perayaan Kebersamaan Dalam Keberagaman

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR

Jakarta, majalahspektrum.com – GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan menilai acara Jakarta Christmas Festival (JCF) pada, Rabu (11/12/2019) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman. Pasalnya, acara yang digelar sejak pagi hingga malam hari tersebut, bukan cuman dihadiri umat kristiani dengan ragam etnis tetapi umat beragama lainnya,warga Jakarta.

“Pemprov DKI mengapresiasi dan mendukung dilaksanakannya kegiatan ini, karena ini baru yang pertama kali dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman,” kata Anies dalam sambutannya, Rabu (11/12/2019) malam.

JCF digelar untuk pertama kali di Jakarta dalam rangka menyambut perayaan Natal. Festival Natal Jakarta diisi dengan beragam kegiatan sosial seperti pasar murah, pemeriksaan mata dan gratis, berbagai macam lomba, paduan suara, peragaan busana Natal, dan tentunya ibadah Natal.

Hadir di JCF pukul 20:30, Anies berharap agar ke depan lebih banyak lagi warga yang hadir di acara seperti itu. Dia mendorong agar festival seperti ini mampu memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa.

“Di sini ada interaksi antarwarga, dari interaksi muncul pengalaman, pengalaman tentang saudara sebangsa, tentang hidup bersama dengan warga satu kota. Pengalaman membentuk pemahaman, pengertian, dan penghormatan atas satu sama lain,” jelasnya.

“Terima kasih atas inisiasi yang luar biasa, suasana kemeriahan dan kedamaian bisa dirasakan bukan hanya umat Kristen tapi juga warga Jakarta,” sambung Anies menutup pidatonya.

Hadir dalam acara JCF; Ketua FKUB DKI Jakarta, Ketua FKUB Jakarta Pusat, Ketua Betawi Rempug, Wali Kota Jakarta Pusat dan Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua. Menteri Sosial RI yang dijadwalkan hadir ternyata berhalangan.

Sementara, Ketua Panitia JCF, Pdt, Yohanes Stefanus Tompodung mengatakan, Jakarta Christmas Festival dimulai dengan Natal Papua, dimana seremoni acara, petugas acara dan pengkhotbah semuanya orang Papua.

“Ini bukti kepedulian dan kecintaan kita kepada saudara-saudara kita dari Papua. Nanti setelah sesiom Natal kaum Milenial (pukul 19:00) akan dilanjutkan dengan Natal Nusantara yang menampilkan ragam budaya yang ada di Indonesia dan ditutup dengan konser lilin,” terang Tompodung.

Menurut Tompodung, meski Jakarta sempat diguyur hujan, warga Jakarta, khususnya umat kristiani yang hadir di acara Festifal Natal tersebut sudah memenuhi ekspetasi atau target panitia.

“Target kita 5.000 sampai 10.000 orang yang hadir, ini kita perkirakan yang datang dari pagi hingga malam ini mencapai 7.000 orang,” katanya. (ARP)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan