Jokowi di Hati, Ganjar Dinanti

gbi shalom

Jakarta, majalahspektrum.com – HAMPIR seluruh lembaga Survey yang ada menempatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan sebagai 3 teratas elektabilitas survey sebagai calon Presiden RI mendatang Tahun 2024. Dari ketiga nama-nama itu, Ganjar Pranowo memiliki tingkat keterpilihan tertinggi karena dianggap dapat meneruskan gaya dan visi kepemimpinan Presiden saat ini Joko Widodo (Jokowi).

“Kalau dilihat dari nama-nama yang disurvey sekarang, hitung-hitungan dari data yang kita riset yang mendapat score paling tinggi adalah Ganjar Pranowo. Pak Ganjar menurut kami Gankjar1st memiliki kualifikasi sebagai pemimpin, kinerjanya bagus sebagai Gubernur, cara komunikasinya, komitmenya kepada Pluralisme, menjaga NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tidak diragukan,” kata Pendiri relawan Ganjar1st, Eko Kunthadi, seminggu lalu saat dijumpai di kantor pusat relawan Ganjar1st, Tebet Timur, Jakarta.

Menurut Eko, yang juga influenzer handal yang dikenal aktif di dunia media social, khususnya Youtuber ini, melalui Ganjar1st memutuskan untuk memberikan support kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden RI menggantikan Jokowi di Pilpres 2024.

“Memang presiden dicalonkan melaui partai politik, tetapi kita tidak bisa menyerahkan nasib bangsa ini begitu saja ditentukan oleh segelintir elit parpol saja. Seorang presiden punya dampak untuk 270 juta lebih rakyat Indonesia. Kita tidak mau sodorkan cek kosong ke parpol, dengan elektabilitas tinggi pastilah parpol perhitungkan untuk mencalonkan Ganjar sebgai Presiden. Karena yang menentukan adalah rakyat, parpol akan rugi jika menolak aspirasi atau keinginan rakyat untuk seorang presiden,” terang Mas Eko, panggilan akrab Eko kunthadi.

Menurut mas Eko, Kemampuan Ganjar sudah terbukti, seperti atau menyamai Jokowi. Mulai dari pengalamannya sebagai anggota DPR RI dan Gubernur Jawa Tengah sudah terbukti kemampuan managerial dan komunikasi politiknya bagus.

Kata Eko, sebagian besar Pendukung Jokowi adalah pendukung Ganjar. Saat ini ada banyak relawan yang mendukung Ganjar sebagai Capres 2024 selain Ganjar1st, dan sebagian besarnya memiliki pemikiran sang sama bahwa Ganjar adalah sosok yang tepat dan cocok menggantikan Presiden Jokowi saat ini.

“Ganjar1st mengawal kepemimpin pemerintahan Jokowi sampai akhir dan mendorong Ganjar sebagai penggantinya, makanya tagline Ganjar1st adalah “Jokowi Di Hati, Ganjar Dinanti”,” ujar Eko yang memiliki program “Masuk Pak Eko” dan “Obrolan Pinggir Jurang” bersama mas djo di kanal youtube CokroTv dan 2045 ini.

Lagi, menurut mas Eko, dilihat dari hasil survey MCRC, Kompas, Carta Politika dan RSI; Ganjar, Prabowo dan Anies. Elektabilitasnya cukup besar dari tokoh lainnya seperti; AHY, Puan, Sandiaga dan lainnya. Keberadaan Ganjar1st dan relawan pendukung Ganjar sama dengan apa yang dilakukan Puan, Anies dan Prabowo. Puan malahan sudah duluan kampanye Capres lewat baliho, pun dengan Anies, dan bahkan Prabowo sudah sejak 15 tahun kampanye sebagai capres.

“Wajarlah kalau pak Prabowo memiliki tingkat keterkenalan di masyarakat 99% karena sudah sejak 15 tahun lalu mendeklarasikan diri sebagai Capres, 2 kali Nyapres. Kalau dilihat dari data, tingkat keterkenalan Ganjar di masyarakat Indonesia itu baru 70 %, Prabowo 99%, Anies 90%-nan,” jelasnya.

Baca Juga : (Masyarakat Lebih Kenal Prabowo dan Anies Tetapi Lebih Pilih Ganjar Sebagai Presiden )

Diungkapkan Eko, saat ini Ganjar1st ada di 24 Provinsi se-Indonesia, 200 lebih kabupaten, dan sudah ada 380-an Satel (Satuan Relawan) dari target 1.500 Satel. Mereka mau jadi Ganjar1st karena melihat calon Presiden RI berikutnya yang paling tepat menggantikan Jokowi adalah Ganjar dibanding dengan calon lainnya yang beredar. Relawan Ganjar kebanyakan adalah relawan Jokowi, relawan Ganjar sama banyak dan masifnya dengan relawan Jokowi.

“Dari hasil lembaga survey khan ada 30% masyarakat belum mengenal pak Ganjar, nah tugas Ganjar1st adalah memperkenalkannya ke masyarakat itu, mensosialisasikan prestasi dan kemampuannya memimpin bangsa,” ungkap Eko.

Pendiri Ganjar1st Eko Kunthadi tengah dalam sosialisasi Ganjar1st

Dengan filosofi ikut melakukan partisipasi politik, kata Eko, Ganjar1st sebagai organ relawan fukosnya adalah memberikan pendidikan politik ke mastarakat, bahwa nasib bangsa ditentukan bukan sekedar ada di meja-meja politisi atau di tangan elit-elit politik, tetapi politik adalah hak dan kewajiban kita semua rakyat Indonesia dengan manfaatkan politik ke jalan yang jauh lebih positif.

Tonton Vidio: (Bincang-bincang Ross News dengan Eko Kunthadi pendiri Relawan Ganjar1st)

“Nah partisipasi politik itulah yang sekarang kita galang  agar masyarakat bisa melakukan proses pilihan politik secara rasional bukan emosional. Kemudian, mencoba memberikan pendidikan politik buat masyarakat banyak bahwa kita sebagai rakyat, kalaupun kita bukan di parpol dan sebagai politisi, kita bias loh melakukan dukungan-dukungan politik, dan itu sehat loh dalam demokerasi di suatu Negara yang menganut sistem pemilihan langsung. Sehingga masyarakat nanti bisa memanfaatkan hak politiknya dengan benar, baik dalam konteks pemilihan presiden, legislative atau pilkada-pilkada,” jelasnya.

Dengan pendidikan politik yang benar, masyarakat nantinya dapat meminimalisir cacat demokerasi, misalnya politik jual-beli suara, politik uang dan politik identitas khususnya yang menyeret-nyeret agama.

“Yuk, bagi masyarakat bisa memberikan aspirasi politiknya dari sekarang mendukung calon-calon yang bagus dengan poin pentingnya adalah calon yang setia kepada NKRI. Ukurannya satu, apakah orang ini (calon yang hendak dipilih) yakin komitmen kebangsaan dan ke-Indonesiaannya, tidak bersentuhan dengan politik garis keras atau kelompok-kelompok politik agama (harus diyakinkan), isu agama itu sangat bisa membuat bangsa ini terpuruk, mereka yang menggunakan isu agama sebagai tunggangan politiknya jangan dipilih karena dapat merusak bangsa ini, persatuan dan kesatuan dirusak,” imbau Eko.

Khusus terkait Pilpres, menurut Mas Eko, Pilpres itu adalah peristiwa 5 tahunan, sedangan Indonesia sebagai sebuah bangsa bukan peristiwa 5 tahunan tetapi sepanjang hayat.

“Jadi jangan sampai Indonesia itu rusak karena peristiwa 5 tahunan (Pilpres). Tujuan Politisi itu kan kekuasaan sedangkan kalau Orang yang berada di relawan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif secara langsung,” serunya.

Ditegaskan mas Eko, Ganjar1st sendiri secara rutin atau secara langsung belum bertemu dengan pak Ganjar. Ganjar tidak tahu dan bersinggungan langsung dengan Ganjar1st, jadi murni partisipasi aspirasi masyarakat.

“Pak Ganjar sendiri belum tentu bersedia dicalonkan menjadi presiden, tetapi kita (Ganjar1st) jalan saja, membuat sosialisasi politik yang sehat buat masyarakat bagsa indonesia, khan ini bangsa Negara kita harus kita jagain,” tutup Eko. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan