The Power of Community 19 Tahun GBI Sinona

Jakarta, majalahspektrum.com – MERENUNGI 19 Tahun perjalanan berdirinya GBI Sinona, Karawang, Jawa Barat, Pdt, Edy Wagino, S.Th melihat adanya The Power of Community di gereja yang dipimpinnya.

“Seperti sebuah perjalanan suatu Rumah Tangga ada yang 1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun sudah berpisah dengan alasan ada ketidak cocokan. Dimana letak ketidak cocokannya?. Dalam sebuah persekutuan atau gereja, apakah antara Gembala Sidang tidak cocok dengan pengerjanya, pengerja dengan jemaatnya atau sebaliknya?. Menurut saya, orang dating bersekutu atau ke gereja bukan karena keinginannya tetapi ditarik oleh Roh Kudus, Tuhan itu sendiri,” kata Gembala Sidang GBI Sinona, Pdt, Edy Wagino, S.Th saat ditemui di sebuah Mall di Jakarta Utara, Rabu (20/7/2022).

Pada, Minggu 17 July 2022, GBI Sinona mengadakan ibadah syukur ulang tahunnya yang ke-19. Tidak ada pesta perayaan yang mengundang banyak orang,. Hal itu, kata Pdt, Edy Wagino karena keterbatasan tempat dan ingin merayakannya secara sederhana saja.

Pdt, Edy Wagino meyakini, The Power of Community yang ada di gerejanya berasal dari Tuhan. “Karena manusia itu lemah seperti yang sering Paulus katakana ‘aku lemah di hadapan Tuhan’. Tuhan itu senang berada di tengah orang yang tengah lemah karena Tuhan ingin menunjukan kekuatanNya kepada manusia,” jelasnya.

Pdt, Edy Wagino pun tak melupakan sejarah, sebelum perayaan HUT GBI Sinona yang ke-19 Tahun, ia menemui bapak rohaninya, Pdt, Wiwoko Mulyono, S.Th (Gembala Sidang di GBI Bethany Cikarang) yang membimbingnya sejak di penjara Karawang tahun 1996 dalam pertobatannya.

“Saya menemui bapak rohani saya yang selama 20 Tahun membimbing saya sejak saya di penjara Tahun 1996. Dia berpesan; ‘Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang’. Saya minta ijin kepadanya akan mengadakan ibadah syukur HUT GBI Sinona,” tutur Pdt, Edy Wagino.

Baca Juga : ( Pdt, Edy Wagino, Dari Penjara Kembali ke Penjara )

Satu pesan yang menarik yang ditangkap Pdt, Edy Wagino dari khotbah Perayaan HUT ke-19 GBI Sinona dari khotbah Pdt, Matheus Wibowo dalam perayaan itu yakni tentang kekuatan dari sebuah komunitas yang digambarkan dengan cerita sekawanan 4 orang yang membawa seorang lumpuh ke hadapan Yesus untuk disembuhkan. Keempat orang tersebut sampai harus menjebol plafon rumah menurunkan saudaranya yang lumpuh tersebut diturunkan teoat di hadapan Tuhan Yesus yang sedang mengajar kepada banyak orang dalam sebuah rumah.

“Dari cerita itu Pdt, Matheus melihat dari persefektif yang berbeda yakni menyorot kepada keempat orang tersebut itu mengambarkan kekuatan dari sebuah komunitas kecil menghasilkan sesuatu yang besar,” jelasnya.

Gembala Sidang GBI Sinona, Pdt, Edy Wagino, S.Th

Pesan khotbah perayaan HUT tersebut diteruskan Pdt, Edy Wagino khusus kepada Perkumpulan Waerawan Media Kristen Indonesia (PERWAMKI) yang merupakan suatu kumpulan komunitas wartawan kristiani yang kecil untuk jangan minder atau berkecil hati, harus yakin mampu melakukan hal besar.

“Apa yang jadi kekuatan kita? Ya roh Tuhan itu sendiri, seperti ada tertulis; ‘Jika Roh Kudus turun atas kamu, kamu akan menjadi saksiKu’. PERWAMKI dibilang kecil tetapi bias dipakai Tuhan luar biasa. Seperti Cicak hewan yang kecil dan dianggap paling lemah tetapi Cicak ada dimana-mana, dia ada di tempat orang kecil tetapi ada juga di istana raja, demikianlah PERWAMKI bias ada dimana-mana untuk menjadi berkat menyuarakan suara Tuhan,” harap Pdt, Wagino.

Sebagai penutup Pdt, Wagino mengingatkan bahwa kepada siapa Tuhan banyak member, Dia juga akan banyak menuntut daripadanya, seperti yang tertulis dalam kitab Wahyu 3:19 yang berkata “Barang siapa yang Ku kasihi, ia Ku tegur, maka relakanlah hatimu dan bertobatlah”

“Saat kita dituntut Tuhan kita harus siap. Jangan menunda-nunda pertobatan supaya berk atas kita juga tidak tertunda,” pesannya. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan