Klarifikasi HMT Tours And Travel Terkait Laporan Penipuan Ziarah Rohani

Iklan Kominfo
IKLAN BPK PENABUR
Jakarta, majalahspektrum.com – TERKAIT adanya laporan polisi oleh jemaat peserta ziarah rohani ke Israel  terhadap HMT Tour and Travel yang diduga telah melakukan penipuan langsung ditanggapi oleh Direktur Utama HMT Tour and Travel, Ronny Tambayong.
Dikatakan Ronny, adanya kegagalan keberangkatan jemaah jemaat saat itu disebabkan adanya beberapa kendala teknis yang dihadapi dan tidak dapat dihindari.
“Ini jauh sekali dari penipuan, tidak. Kita HMT sudah berdiri 10 tahun, pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI tahun 2016 lalu dan kita sudah berangkatkan 16 ribu jemaah lebih selama ini tidak pernah bermasalah dan hanya kemarin baru terjadi masalah di bulan Februari itu bersifat masalah teknis,” katanya memberikan klarifikasi saat dihubungi majalahspektrum.com, Sabtu (10/5/2019).
Diceritakan Ronny, pada bulan Februari 2019, ada 25 group peziarah sekitar 1000 orang lebih  yang sudah diberangkatkan oleh HMT ke Holyland. Namun pada  tanggal 22 Febuari  dikarenakan ada kendala masalah teknis di Holyland saat itu ada beberapa  jemaat yang tidak dapat berangkat tepat waktu. Meski demikian, kata Ronny, pihaknya sudah mengumpulkan dan menginformasikan kepada peserta wisata tersebut dan menegaskan akan bertanggung jawab.
“Persoalannya ada masalah teknis yang terjadi pada waktu itu di holyland, sehingga ada beberapa grup yang terpaksa kita hold dulu keberangkatannya untuk kita selesaikan dulu masalah teknis ini dan kami akan berangkatkan kembali gitu,” jelasnya.
Menurut Ronny, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jemaat yang belum sempat berangkat itu. Ia menjanjikan pihaknya akan segera memberangkatkan jemaat tersebut atau mengembalikan uangnya jika diminta. HMT akan menjual asetnya untuk menutupi kerugian tersebut.
“Kita ‘kan sedang berusaha salah satu caranya dengan menjual aset kami untuk menutupi kerugian ini dan jual aset kan butuh waktu, kami jelaskan juga sekitar bulan Juli-Oktober ini untuk bisa menyelesaikan kewajiban ini,” kata Ronny.
“Iya, jadi Juli sampai Oktober kita sudah keluarkan surat resmi untuk me-refund atau berangkatkan. Kalau keberangkatan bisa di bulan Oktober, kita juga sudah keluarkan rilis resmi HMT ke peserta,” sambungnya.
Ronny menegaskan pihaknya tidak akan lepas tanggung jawab dalam masalah tersebut.
“Tentu sebagai warga negara yang baik kita hormati proses yang ada. Tentu kita harapkan ini semua bisa kita selesaikan secara baik-baik bahwa  kami juga selalu beritikad baik menyelesaikan hal ini dan kantor HMT masih tetap beroperasi sampai saat ini” tutupnya. (ARP)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan